Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tenaga Kesehatan Cadangan untuk Hadapi Krisis Kesehatan dan Bencana

Jumat, 23 Desember 2022
A A
Pengungsi gempa Cianjur saat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim tenaga kesehatan. Foto Dok BNPB.

Pengungsi gempa Cianjur saat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim tenaga kesehatan. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Suharyanto menyampaikan, strategi penguatan ketahanan sistem kesehatan melalui tenaga cadangan kesehatan merupakan langkah baik dan patut didukung. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi.

Baca Juga: Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 ‘Pak Wisnu’

Ia mencontohkan, saat penanganan bencana gempa bumi di Cianjur, keberadaan tenaga kesehatan maupun relawan kesehatan memegang peranan krusial dan penting untuk memberikan bantuan kegawatdaruratan maupun kemanusiaan kepada para korban.

Ia berharap pencanangan tenaga kesehatan cadangan bisa diperluas dan ditingkatkan untuk membantu memperkuat respon terhadap bencana.

“Selama ini, ada relawan dalam penanganan bencana. Tapi dengan adanya tenaga kesehatan cadangan, tanggap darurat akan lebih baik lagi,” kata Suharyanto.

Baca Juga: Indonesia Desak Negara Maju Mendanai Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dunia

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga turut mengapresiasi program penguatan tenaga kesehatan cadangan tersebut. Ia berharap upaya pencegahan maupun kapasitas respons pemerintah terhadap bencana kesehatan maupun bencana alam semakin optimal.

“Semoga melalui upaya ini, sinergi dan efektivitas kinerja untuk mencegah atau mengurangi risiko korban jiwa dapat terwujud dengan sukses,” kata Dwikorita. [WLC02]

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGBNPBKemenkeskrisis kesehatan dan bencananota kesepahamanrisiko korban jiwatenaga kesehatan cadangantransformasi ketahanan sistem kesehatan

Editor

Next Post
Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.id

Kawasan Resapan Air Hujan Terancam Rusak Akibat Rencana Pengurangan KBAK Gunung Sewu

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media