Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tenaga Kesehatan Cadangan untuk Hadapi Krisis Kesehatan dan Bencana

Jumat, 23 Desember 2022
A A
Pengungsi gempa Cianjur saat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim tenaga kesehatan. Foto Dok BNPB.

Pengungsi gempa Cianjur saat menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim tenaga kesehatan. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Suharyanto menyampaikan, strategi penguatan ketahanan sistem kesehatan melalui tenaga cadangan kesehatan merupakan langkah baik dan patut didukung. Mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi.

Baca Juga: Libur Nataru, Kemenparekraf Luncurkan 100 ‘Pak Wisnu’

Ia mencontohkan, saat penanganan bencana gempa bumi di Cianjur, keberadaan tenaga kesehatan maupun relawan kesehatan memegang peranan krusial dan penting untuk memberikan bantuan kegawatdaruratan maupun kemanusiaan kepada para korban.

Ia berharap pencanangan tenaga kesehatan cadangan bisa diperluas dan ditingkatkan untuk membantu memperkuat respon terhadap bencana.

“Selama ini, ada relawan dalam penanganan bencana. Tapi dengan adanya tenaga kesehatan cadangan, tanggap darurat akan lebih baik lagi,” kata Suharyanto.

Baca Juga: Indonesia Desak Negara Maju Mendanai Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dunia

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga turut mengapresiasi program penguatan tenaga kesehatan cadangan tersebut. Ia berharap upaya pencegahan maupun kapasitas respons pemerintah terhadap bencana kesehatan maupun bencana alam semakin optimal.

“Semoga melalui upaya ini, sinergi dan efektivitas kinerja untuk mencegah atau mengurangi risiko korban jiwa dapat terwujud dengan sukses,” kata Dwikorita. [WLC02]

Sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BMKGBNPBKemenkeskrisis kesehatan dan bencananota kesepahamanrisiko korban jiwatenaga kesehatan cadangantransformasi ketahanan sistem kesehatan

Editor

Next Post
Salah satu lokasi karst di KBAK Gunung Sewu, Gunungkidul, DIY yang rusak karena ditambang. Foto jogja.walhi.or.id

Kawasan Resapan Air Hujan Terancam Rusak Akibat Rencana Pengurangan KBAK Gunung Sewu

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media