Senin, 6 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Kali Gempa Kuningan adalah Satu Rangkaian Sesar Ciremai

Jumat, 26 Juli 2024
A A
Tiga rangkaian gempa Kuningan sejak 25-26 Juli 2024. Foto @DaryonoBMKG/X.

Tiga rangkaian gempa Kuningan sejak 25-26 Juli 2024. Foto @DaryonoBMKG/X.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Kritik Walhi, Indonesia Tak Bisa Memimpin dengan Contoh Soal Tata Kelola Mangrove

“Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG, kejadian gempa bumi ini diakibatkan sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi dengan mekanisme sesar mendatar,” jelas Wafid di Bandung, Kamis, 25 Juli 2024.

Wilayah KRB Sedang-Tinggi

Sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat. Juga tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya sesar permukaan, bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

“Karena wilayah Kuningan tergolong rawan gempa bumi, harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non structural,” tutur Wafid.

Baca Juga: ESDM Uji Coba B40 untuk Kereta Api, Lalu Pertambangan dan Listrik

Sementara berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Juli 2024 pukul 23.32 WIB, ada 9 unit rumah dan 1 masjid rusak ringan. Lokasi terdampak di 4 desa yang berada di 3 kecamatan, yakni Kelurahan Ciporang dan Purwawiangun di Kecamatan Kuningan; Desa Kertawirama di Kecamatan Nusaherang; Desa Jagara di Kecamatan Darma.

“Warga sempat panik dan keluar rumah. Guncangan dirasakan kuat sekitar 3 hingga 5 detik,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis tertanggal 26 Juli 2024.

 Kabupaten Kuningan termasuk wilayah dengan indeks bahaya gempa kategori sedang hingga tinggi. Dalamkajian inaRISK disebutkan sebanyak 32 kecamatan berada di kawasan rawan bencana. Termasuk wilayah yang dihuni warga yang merasakan guncangan gempa tersebut. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM, BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Geologi Kementerian ESDMBNPBgempa kerak dangkalgempa KuninganKawasan Rawan BencanaSesar Ciremai

Editor

Next Post
Pakar Antropologi Unair, Dr. Sri Endah Kinasih. Foto Dok. Unair.

Sri Endah, RUU Masyarakat Adat Terlantar karena Pemerintah Tak Paham Konsep

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Ilustrsi kunang-kunang. Foto Franciscojaviercorador/Pixabay.com.Kunang-Kunang Kian Langka, Tanda Kualitas Lingkungan Menurun
    In IPTEK
    Minggu, 21 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media