Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tim Konservasi Stabat Ajari Cara Mengusir Harimau dengan Petasan

Ada cara untuk mengusir satwa liar yang datang ke lingkungan kita, yaitu menggunakan petasan atau jeduman. Cara ini lebih aman dan praktis tanpa melukai satwa liar yang dilindungi itu.

Jumat, 5 Agustus 2022
A A
Pengusiran satwa liar dengan obor. Foto menlhk.go.id.

Pengusiran satwa liar dengan obor. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejumlah laporan kemunculan kembali harimau sumatera di beberapa area perkebunan di Kabupaten Langkat diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. Berdasarkan catatan yang disusun Polisi Hutan BBKSDA Sumut, Esra Barus, beberapa orang berjumpa langsung dengan hewan langka yang dilindungi itu.

Laporan pertama dari pihak manajemen perkebunan PT Prima melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat pada 29 Juli 2022. Harimau tersebut diduga memangsa seekor anak lembu, tepatnya di area perkebunan di Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat berdasarkan temuan sisa bangkai oleh tim konservasi yang terjun ke sana. Selain jejak-jejak kaki harimau, beberapa orang mengaku melihat harimau itu di sekitar lokasi.

Sebenarnya, sebuah kandang jebak sudah ditempatkan di area tersebut sejak dua bulan lalu. Lantaran tak ada harimau yang masuk ke sana, kandang jebak itu kemudian dibongkar.

Baca Juga: Atasi Konflik Harimau vs Manusia Bukan dengan Jerat, Tapi Kandang Jebak

Laporan kedua diterima dari karyawan perkebunan PT. Raya Padang Langkat (Rapala) bagian penderesan, Ayub, pada 2 Agustus 2022. Ayub menuturkan telah bertatap muka langsung dengan harimau itu dalam jarak satu meter saat menderes. Lantaran terkejut dan ketakutan, Ayub lari dan jatuh ke dalam tebing sedalam empat meter. Kakinya terkilir sehingga harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pertamina, Pangkalan Brandan. Lokasi harimau yang dilihatnya di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, sekitar 700 meter dari kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Leuser.

Hasil pengecekan di kedua lokasi tersebut, tim konservasi tidak berhasil menemukan harimau yang dimaksud. Namun berdasarkan jejak yang dilacak, jumlah harimau yang sempat muncul itu berjumlah satu ekor.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Sumutharimau sumaterajedumankonflik harimau dengan wargapetasanSatwa liar

Editor

Next Post
Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.

Likuifaksi Tanah di Seram Bagian Barat Maluku Warga Masih Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media