Minggu, 17 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tim Konservasi Stabat Ajari Cara Mengusir Harimau dengan Petasan

Ada cara untuk mengusir satwa liar yang datang ke lingkungan kita, yaitu menggunakan petasan atau jeduman. Cara ini lebih aman dan praktis tanpa melukai satwa liar yang dilindungi itu.

Jumat, 5 Agustus 2022
A A
Pengusiran satwa liar dengan obor. Foto menlhk.go.id.

Pengusiran satwa liar dengan obor. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejumlah laporan kemunculan kembali harimau sumatera di beberapa area perkebunan di Kabupaten Langkat diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. Berdasarkan catatan yang disusun Polisi Hutan BBKSDA Sumut, Esra Barus, beberapa orang berjumpa langsung dengan hewan langka yang dilindungi itu.

Laporan pertama dari pihak manajemen perkebunan PT Prima melalui Seksi Konservasi Wilayah II Stabat pada 29 Juli 2022. Harimau tersebut diduga memangsa seekor anak lembu, tepatnya di area perkebunan di Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat berdasarkan temuan sisa bangkai oleh tim konservasi yang terjun ke sana. Selain jejak-jejak kaki harimau, beberapa orang mengaku melihat harimau itu di sekitar lokasi.

Sebenarnya, sebuah kandang jebak sudah ditempatkan di area tersebut sejak dua bulan lalu. Lantaran tak ada harimau yang masuk ke sana, kandang jebak itu kemudian dibongkar.

Baca Juga: Atasi Konflik Harimau vs Manusia Bukan dengan Jerat, Tapi Kandang Jebak

Laporan kedua diterima dari karyawan perkebunan PT. Raya Padang Langkat (Rapala) bagian penderesan, Ayub, pada 2 Agustus 2022. Ayub menuturkan telah bertatap muka langsung dengan harimau itu dalam jarak satu meter saat menderes. Lantaran terkejut dan ketakutan, Ayub lari dan jatuh ke dalam tebing sedalam empat meter. Kakinya terkilir sehingga harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pertamina, Pangkalan Brandan. Lokasi harimau yang dilihatnya di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, sekitar 700 meter dari kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Leuser.

Hasil pengecekan di kedua lokasi tersebut, tim konservasi tidak berhasil menemukan harimau yang dimaksud. Namun berdasarkan jejak yang dilacak, jumlah harimau yang sempat muncul itu berjumlah satu ekor.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Sumutharimau sumaterajedumankonflik harimau dengan wargapetasanSatwa liar

Editor

Next Post
Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.

Likuifaksi Tanah di Seram Bagian Barat Maluku Warga Masih Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media