Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tim Konservasi Stabat Ajari Cara Mengusir Harimau dengan Petasan

Ada cara untuk mengusir satwa liar yang datang ke lingkungan kita, yaitu menggunakan petasan atau jeduman. Cara ini lebih aman dan praktis tanpa melukai satwa liar yang dilindungi itu.

Jumat, 5 Agustus 2022
A A
Pengusiran satwa liar dengan obor. Foto menlhk.go.id.

Pengusiran satwa liar dengan obor. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kesempatan tersebut, tim juga memberikan edukasi mengenai cara mengusir harimau tanpa melukai, yaitu dengan membunyikan petasan atau pun jeduman. Tim pun mengajari teknik pembuatan jeduman dengan menggunakan pipa paralon dan spritus.

Baca Juga: Rumah Gajah Liar Rusak, Konflik dengan Warga di Riau Masih Berlangsung

Cara tersebut dinilai cukup efektif untuk menghadapi konflik dengan binatang liar seperti yang dihadapi pihak perkebunan. Selain harimau, binatang yang merambah di sana adalah gajah dan orangutan. Sementara selama ini, pihak perkebunan melakukan pengusiran dengan menggunakan obor.

Intensitas kemunculan harimau sumatera di sana belakangan cukup tinggi sehingga meresahkan warga. Tim konservasi mengingatkan warga untuk tetap waspada. Dan warga pun berharap penanganan konflik harimau dengan warga itu dapat diselesaikan. Salah satunya dengan merelokasi satwa liar tersebut ke habitatnya. [WLC02]

Sumber: menlhk.go.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Sumutharimau sumaterajedumankonflik harimau dengan wargapetasanSatwa liar

Editor

Next Post
Fenomena likuifaksi tanah di Seram Bagian Barat, Maluku. Sumber foto BNPB.

Likuifaksi Tanah di Seram Bagian Barat Maluku Warga Masih Mengungsi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media