Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tindak Lanjut Ratifikasi Paris Agreement, Produksi BBM Harus Ramah Lingkungan

Salah satu upaya untuk menurukan emisi gas rumah kaca adalah menggunakan energi ramah lingkungan. Bagaimana dengan BBM kita?

Kamis, 1 September 2022
A A
Ilustrasi pengisian BBM. Foto Skitterphoto/pixabay.com.

Ilustrasi pengisian BBM. Foto Skitterphoto/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu konsekuensi Indonesia menandatangani Paris Agreement adalah bersedia meratifikasi Paris Agreement dengan besaran emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia adalah 0,554 Gt CO2eq setara dengan 1,49 persen total emisi global. Untuk melaksanakan komitmen itu, Pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi.

“Dengan produksi BBM beroktan tinggi, artinya Indonesia harus menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi dalam siaran pers tertanggal 1 September 2022.

Salah satu upaya Kementerian ESDM meningkatkan penggunaan BBM yang ramah lingkungan adalah meningkatkan kapasitas kilang. Tujuannya agar kilang tersebut mampu menghasilkan BBM dengan nilai oktan tinggi.

Baca Juga: Menteri ESDM Minta Masyarakat Mampu Jangan Beli Pertalite

Upaya peningkatan kapasitas kilang oleh Pertamina adalah dengan melaksanakan empat program Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Cilacap, Balongan, Dumai, dan Balikpapan. Selain itu, juga dua grass root (New Grass Root Refinery/NGRR) di Kilang Bontang dan Tuban. Kilang-kilang tersebut diharapkan mampu memproduksi BBM setara EURO IV, yaitu Pertamax Turbo.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan, apabila empat kilang itu merampungkan RDMP akan memberikan tambahan produksi BBM nasional sebesar 25.000 barel per hari (bph).

“RDMP dan GR masih jalan terus karena 40 persen kebutuhan BBM masih impor. Kami perlu menaikkan kapasitas kilang yang ada dari 1 juta barel per hari menjadi 1,4 juta barel per hari,” imbuh Nicke yang memproyeksikan cukup untuk kebutuhan nasional.

Baca Juga: Logam Tanah Jarang Lumpur Lapindo: Potensi Material Energi Hijau atau Kutukan Panjang?

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBMGRKKementerian ESDMKilang Balongannilai oktan tinggiParis AgreementPertaminaRamah lingkungan

Editor

Next Post
Fosil gading gajah purba di Museum Banjarejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Foto Wanaloka.com.

Melihat Fosil Hewan Zaman Purba di Museum Banjarejo

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media