Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tindak Lanjut Ratifikasi Paris Agreement, Produksi BBM Harus Ramah Lingkungan

Salah satu upaya untuk menurukan emisi gas rumah kaca adalah menggunakan energi ramah lingkungan. Bagaimana dengan BBM kita?

Kamis, 1 September 2022
A A
Ilustrasi pengisian BBM. Foto Skitterphoto/pixabay.com.

Ilustrasi pengisian BBM. Foto Skitterphoto/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu konsekuensi Indonesia menandatangani Paris Agreement adalah bersedia meratifikasi Paris Agreement dengan besaran emisi gas rumah kaca (GRK) Indonesia adalah 0,554 Gt CO2eq setara dengan 1,49 persen total emisi global. Untuk melaksanakan komitmen itu, Pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) untuk meningkatkan produksi bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi.

“Dengan produksi BBM beroktan tinggi, artinya Indonesia harus menggunakan BBM yang ramah lingkungan,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi dalam siaran pers tertanggal 1 September 2022.

Salah satu upaya Kementerian ESDM meningkatkan penggunaan BBM yang ramah lingkungan adalah meningkatkan kapasitas kilang. Tujuannya agar kilang tersebut mampu menghasilkan BBM dengan nilai oktan tinggi.

Baca Juga: Menteri ESDM Minta Masyarakat Mampu Jangan Beli Pertalite

Upaya peningkatan kapasitas kilang oleh Pertamina adalah dengan melaksanakan empat program Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Cilacap, Balongan, Dumai, dan Balikpapan. Selain itu, juga dua grass root (New Grass Root Refinery/NGRR) di Kilang Bontang dan Tuban. Kilang-kilang tersebut diharapkan mampu memproduksi BBM setara EURO IV, yaitu Pertamax Turbo.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan, apabila empat kilang itu merampungkan RDMP akan memberikan tambahan produksi BBM nasional sebesar 25.000 barel per hari (bph).

“RDMP dan GR masih jalan terus karena 40 persen kebutuhan BBM masih impor. Kami perlu menaikkan kapasitas kilang yang ada dari 1 juta barel per hari menjadi 1,4 juta barel per hari,” imbuh Nicke yang memproyeksikan cukup untuk kebutuhan nasional.

Baca Juga: Logam Tanah Jarang Lumpur Lapindo: Potensi Material Energi Hijau atau Kutukan Panjang?

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBMGRKKementerian ESDMKilang Balongannilai oktan tinggiParis AgreementPertaminaRamah lingkungan

Editor

Next Post
Fosil gading gajah purba di Museum Banjarejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Foto Wanaloka.com.

Melihat Fosil Hewan Zaman Purba di Museum Banjarejo

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media