Kamis, 9 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tradisi Jamuan Ladosan Dhahar Kembul Bujana ala Keraton Yogyakarta

Makan bersama ramai-ramai bareng teman sudah biasa. Namun bagaimana dengan tradisi makan bersama ala raja-raja Jawa?

Minggu, 20 Maret 2022
A A
Jamuan welcome dinner tamu delegasi EdWG G20 di Yogyakarta. Foto kemdikbud.go.id.

Jamuan welcome dinner tamu delegasi EdWG G20 di Yogyakarta. Foto kemdikbud.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada nuansa tradisional dalam gelaran Education Working Group Meeting pada 16-18 Maret 2022 di Yogyakarta sebagai salah satu rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 atau G20 yang puncaknya digelar di Bali pada Desember 2022 nanti. Hari pertama para tamu delegasi Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20 menikmati suguhan tradisi ladosan dhahar kembul bujana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam acara Welcoming Dinner, 16 Maret 2022.

Apa itu ladosan dhahar kembul bujana?

Istilah tersebut diambil dari Bahasa Jawa. Ladosan dari kata laden yang berarti layanan, dhahar adalah makan, dan kembul bujana yang ternyata sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti pesta makan bersama. Dengan kata lain, arti dari ladosan dhahar kembul bujana adalah tradisi makan bersama dengan layanan khusus.

Baca Juga: Nyadran di Wadas: Mendoakan Keselamatan Bumi dari Perampasan dan Perusakan Lingkungan

Tradisi ini mirip dengan tatanan fine dining yang mengadaptasi tradisi makan raja-raja Jawa di masa lampau yang melibatkan beberapa orang untuk memberikan layanan khusus pada anggota kerajaan. Para pramusaji mengenakan pakaian adat yang identik dengan abdi dalem keraton. Yang perempuan mengenakan kemben dan kain jarik, sedangkan laki-laki mengenakan kemeja tradisional (peranakan), kain jarik, dan blangkon.

Makanan dibawa oleh pramusaji dalam wadah kayu yang dipikul di pundak mereka. Wadah kayu yang dikenal dengan sebutan jodhang dibawa di belakang seorang punggawa yang berjalan di depan sambil memegang payung kuning kerajaan (songsong).

Baca Juga: Mengenal Senthong, Gandhok, Pringgitan Omah UGM di Kotagede

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: EdWG G20kembul bujanaKeraton Yogyakartaladosan dhahar kembul bujanatradisitradisi makan raja-raja Jawa

Editor

Next Post
Ilustrasi investasi bodong. Foto stevepb/pixabay.com.

Kata Kunci Terhindar dari Investasi Bodong: Legal dan Logis

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media