Kamis, 10 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tradisi Jamuan Ladosan Dhahar Kembul Bujana ala Keraton Yogyakarta

Makan bersama ramai-ramai bareng teman sudah biasa. Namun bagaimana dengan tradisi makan bersama ala raja-raja Jawa?

Minggu, 20 Maret 2022
A A
Jamuan welcome dinner tamu delegasi EdWG G20 di Yogyakarta. Foto kemdikbud.go.id.

Jamuan welcome dinner tamu delegasi EdWG G20 di Yogyakarta. Foto kemdikbud.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada nuansa tradisional dalam gelaran Education Working Group Meeting pada 16-18 Maret 2022 di Yogyakarta sebagai salah satu rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok 20 atau G20 yang puncaknya digelar di Bali pada Desember 2022 nanti. Hari pertama para tamu delegasi Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20 menikmati suguhan tradisi ladosan dhahar kembul bujana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam acara Welcoming Dinner, 16 Maret 2022.

Apa itu ladosan dhahar kembul bujana?

Istilah tersebut diambil dari Bahasa Jawa. Ladosan dari kata laden yang berarti layanan, dhahar adalah makan, dan kembul bujana yang ternyata sudah masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti pesta makan bersama. Dengan kata lain, arti dari ladosan dhahar kembul bujana adalah tradisi makan bersama dengan layanan khusus.

Baca Juga: Nyadran di Wadas: Mendoakan Keselamatan Bumi dari Perampasan dan Perusakan Lingkungan

Tradisi ini mirip dengan tatanan fine dining yang mengadaptasi tradisi makan raja-raja Jawa di masa lampau yang melibatkan beberapa orang untuk memberikan layanan khusus pada anggota kerajaan. Para pramusaji mengenakan pakaian adat yang identik dengan abdi dalem keraton. Yang perempuan mengenakan kemben dan kain jarik, sedangkan laki-laki mengenakan kemeja tradisional (peranakan), kain jarik, dan blangkon.

Makanan dibawa oleh pramusaji dalam wadah kayu yang dipikul di pundak mereka. Wadah kayu yang dikenal dengan sebutan jodhang dibawa di belakang seorang punggawa yang berjalan di depan sambil memegang payung kuning kerajaan (songsong).

Baca Juga: Mengenal Senthong, Gandhok, Pringgitan Omah UGM di Kotagede

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: EdWG G20kembul bujanaKeraton Yogyakartaladosan dhahar kembul bujanatradisitradisi makan raja-raja Jawa

Editor

Next Post
Ilustrasi investasi bodong. Foto stevepb/pixabay.com.

Kata Kunci Terhindar dari Investasi Bodong: Legal dan Logis

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media