Kamis, 25 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Trekking ke Situ Gunung Sukabumi Lewat Jembatan Gantung Setengah Kilometer

Jembatan terpanjang se-Asia yang dibuat untuk sarana edukasi konservasi alam, pengamatan flora maupun fauna.

Minggu, 5 Januari 2025
A A
Penampakan jembatan gantung di Situ Gunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sukabumi,Jawa Barat. Foto Img / Operasional Absensi5/situgunungbridge.com.

Penampakan jembatan gantung di Situ Gunung di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Sukabumi,Jawa Barat. Foto Img / Operasional Absensi5/situgunungbridge.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Desember 2024 lalu, Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB University mengajak mahasiswa penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) ke Taman Nasional Situ Gunung. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang masuk di tiga wilayah, yakni Sukabumi, Cianjur dan Bogor di Jawa Barat.

“Taman Nasional Situ Gunung menjadi salah satu bagian dari pengenalan edukasi alam dan budaya di Indonesia,” kata Wakil Dekan SPs Bidang Sumberdaya, Kerjasama, dan Pengembangan SPs IPB University, Prof. Titi Candra Sunarti menyampaikan alasan ke sana.

Salah satu yang menarik di taman nasional itu adalah Jembatan Gantung (Suspension Bridge) Situgunung yang merupakan jembatan gantung terpanjang yang melintas di tengah hutan. Dikutip dari situgunungbridge.com, panjang jembatan gantung itu mencapai 535 meter atau setengah kilometer lebih dan merupakan terpanjang se-Asia.

Baca juga: Pemerintah Terapkan Biodiesel B40 Berbasis Minyak Sawit Per 1 Januari 2025

Sebelumnya, panjang jembatan ini 243 meter, lebar 1,8 meter dan berada di ketinggian 161 meter serta merupakan terpanjang se-Asia Tenggara. Saat itu, jembatan ini dibangun pada pertengahan 2017. Kemudian diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada 9 Maret 2019. Semula, jembatan gantung ini terpanjang se-Asia Tenggara. Namun kini ada jembatan gantung lainnya di

“Jembatan ini dibuat sebagai sarana edukasi konservasi alam, pengamatan flora maupun fauna,” imbuh Titi.

Di bawahnya membentang hutan dengan pepohonan tinggi nan rimbun dan hijau. Jembatan gantung ini juga menjadi akses pengunjung yang ingin menuju ke Lembah Purba. Lembah itu merupakan air terjun kembar dengan pemandangan alam yang masih asri.

Baca juga: Waspada Wabah Virus HMPV Merebak di Cina, Berisiko Bagi Anak-anak dan Lansia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Jembatan GantungSekolah Pascasarjana IPB UniversitySitu GunungTaman Nasional Gunung Gede Pangrango

Editor

Next Post
Ilustrasi ternak sapi. Foto Wanaloka.com

Awal 2025, Ribuan Ternak Sapi Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku

Discussion about this post

TERKINI

  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?
    In IPTEK
    Kamis, 18 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media