Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tren Lato-lato dari Para Gaucho hingga Generasi Fomo

Permainan lato-lato adalah permainan lawas yang tren kembali. Tak hanya sekedar permainan, tetapi juga dikompetisikan.

Senin, 9 Januari 2023
A A
Alat permainan lato-lato. Foto ilustrasi.

Alat permainan lato-lato. Foto ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

Kedua, lato-lato mampu membangun identitas sosial dan konsep diri yang positif. Secara tidak langsung, anak yang memainkan lato-lato akan berusaha menunjukkan kemahirannya di depan sebayanya.

Kondisi tersebut bisa menjadi lahan positif bagi anak untuk membangun konsep diri positifnya, karena mereka memiliki wahana untuk menunjukkan kebisaannya yang belum tentu dimiliki anak-anak lain di lingkungan sosial permainannya.

Ketiga, menjadi magnet “Fear of Missing Out” atau Fomo. Hery menjelaskan, Fomo menjadi salah satu karakteristik kuat dari generasi Z berdasarkan analisis para ahli. Generasi Z yang lahir dari tahun 1995-2012 ini selalu takut dikatakan “ketinggalan zaman”, sehingga mereka berlomba mengejar apapun yang sedang viral.

Baca Juga: Retno Sari, Atasi Panic Buying dengan Hand Sanitizer dari Daun Sirih

Keempat, lato-lato mampu mewadahi karakter generasi Z sebagai generasi “do it yourself”. Permainan sederhana ini mampu mendorong pemainnya melakukan ragam inovasi saat memainkan dan menikmatinya. Kapasitas kreativitas anak dapat terus berkembang dengan cara menyenangkan.

Kelima, lato-lato juga alternatif membangun hubungan sosial yang menyenangkan bagi orang tua dan anak. Permainan itu dapat menjadi waktu berkualitas bagi anak dan orang tua, sekaligus wahana pemahaman nilai-nilai positif dan sarana orang tua mengapresiasi kelebihan sang anak, sehingga anak makin merasa berharga.

“Ini penting bagi tumbuh kembangnya kelak,” kata Hery.

Baca Juga: Fedik Abdul Ratam, Tantangan Pembuatan Vaksin Inavac dari Alat hingga Dana

Keenam, potensi panjat sosial (pansos). Di era media sosial, “popularitas di dunia sosial” seakan menjadi level atau status sosial alternatif di luar dunia nyata. Kemahiran memainkan lato-lato dapat menjadi wahana pansos bagi pemainnya.

Ketujuh, aktivitas bermain lato-lato dapat menjadi stress healing bagi anak untuk rehat sejenak. Sealigus mengisi energi untuk kembali siap melakukan aktivitas akademik sekolah yang kerap kali memiliki jadwal yang padat.

Kedelapan, lato-lato mampu memberikan pengaruh ekonomi positif bagi penjual dan produsennya. Dengan harga yang relatif terjangkau, permainan ini mudah dimiliki oleh semua orang.

Baca Juga: Memantik Pembangunan Museum Covid-19 Lewat Pameran Arsip Unair

Dampak Negatif Lato-lato

Di sisi lain, permainan ini memiliki dampak negatif yang bisa timbul apabila anak-anak ataupun orang tua tidak bisa mendukung dan mengaturnya. Seperti mengurangi waktu belajar atau mengerjakan tugas karena ketagihan bermain, potensi melahirkan rasa rendah diri apabila tidak berhasil memainkannya, juga orang tua tidak peka terhadap keberhasilan anak dalam permainan itu.

Anak juga perlu waspada saat bermain. Sebab ayunan bola yang kuat dan tidak terkontrol berpotensi membentur ke bagian tubuh pemain, seperti mata, hidung, ataupun kepala.

“Perlu fokus dan konsentrasi penuh dalam memainkan, agar tidak membahayakan pemain maupun teman-teman sekitarnya,” imbuh Hery. [WLC02]

Sumber: Unair, Unpad

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Amerika Selatananak-anakGenerasi FomoGenerasi Zlato-latoorang dewasapermainan lato-latoUnairUnpad

Editor

Next Post
Gempa Maluku magnitudo 7,9 yang terjadi di Laut Banda pada Selasa, 10 Januari 2023, pukul 00.47 WIB, oleh BMKG sempat mengaktifkan peringatan dini tsunami. Foto BMKG, pusat gempa Maluku.

Gempa Maluku M7,9 Sistem Peringatan Dini Tsunami Aktif Selama Dua Jam Lebih

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media