Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tumpukan Sampah dan Krisis Tutupan Hutan Perparah Banjir di Bali

Dari total 49.500 hektare luas kawasan di DAS Ayung, hanya sekitar 1.500 hektare atau 3 persen yang masih berhutan.

Minggu, 14 September 2025
A A
Bersih-bersih sampah usai banjir di Bali, 13 September 2025. Foto Dok. KLH.

Bersih-bersih sampah usai banjir di Bali, 13 September 2025. Foto Dok. KLH.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kami akan melakukan penelusuran pertama dari Tukad Badung dari hulu sampai hilir apakah terjadi penggundulan hutan, kemudian mengurangi serapan air sehingga pada saat hujan lebat potensi banjirnya menjadi sangat besar,” tegas Wayan.

Selain mencegah alih fungsi lahan, persoalan sampah juga menjadi sorotan serius. Pemerintah pusat dan daerah menyatakan komitmen memperkuat pengawasan lingkungan, rehabilitasi kawasan hulu sungai, evaluasi tata ruang, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan.

“Momentum ini harus menjadi pengingat bagaimana kita menjaga alam Bali agar tetap lestari dan tangguh menghadapi bencana,” tegas Hanif.

Baca juga: Tukad Meluap Semalam di Bali, 16 Warga Tewas dan 552 Warga Mengungsi

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memulihkan daya dukung lingkungan Bali sekaligus meminimalisir risiko bencana serupa di masa depan.

Mengembalikan tutupan hutan

Usai banjir, KLH/BPLH bersama Pemerintah Bali menggelar aksi besar-besaran “Bersih Sampah Pasca Banjir”untuk langkah cepat penanggulangan sekaligus pemulihan lingkungan setelah bencana banjir yang melanda Bali. Dipimpin langsung Menteri LH bersama Gubernur Bali, Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, komunitas masyarakat, BUMN, hingga sektor swasta dengan melibatkan lebih dari 1.200 peserta. Mereka membersihkan tumpukan sampah banjir dari saluran air hingga kawasan padat penduduk.

Hanif menegaskan, volume sampah akibat banjir diperkirakan mencapai ratusan ton dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini membutuhkan kerja sama lintas pihak untuk penanganan segera agar tidak menimbulkan penyakit menular maupun risiko banjir susulan.

Baca juga: Aplikasi SisaJadi, Berdayakan UMKM Kurangi Food Loss hingga Swasembada Pangan

“Paling lama satu bulan, seluruh sampah akibat bencana ini akan diangkut ke TPA Suwung untuk ditangani secara darurat,”kata Hanif.

Selain itu, ia menambahkan, alam yang belum mampu menahan curah hujan tinggi harus dipulihkan bersama. Salah satunya dengan mengembalikan tutupan hutan di wilayah hulu. Dibutuhkan sekitar 14 ribu hektare untuk menguatkan kembali daya dukung lingkungan Bali.

“Mudah-mudahan langkah ini dapat segera mengembalikan kemampuan alam Bali dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin dramatis,”harap dia.

Baca juga: Aplikasi SisaJadi, Berdayakan UMKM Kurangi Food Loss hingga Swasembada Pangan

Ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem sungai. Bahwa sungai adalah sumber air utama, sehingga harus dijaga agar tidak merusak dan mengancam generasi mendatang. Hanif juga menegaskan perlunya penataan ruang yang berkelanjutan.

“Kita tidak boleh lagi membiarkan konversi lahan sembarangan untuk vila atau cottage yang merusak fungsi resapan air,”tegas dia. [WLC02]

Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir BaliDAS SayungKLH/BPLHtumpukan sampahtutupan hutan

Editor

Next Post
Hutan adat Leuweung Gede di Kampung Kuta, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto Dok. Kemenhut.

Belajar Konsisten Menjaga Hutan dari Masyarakat Adat

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media