Minggu, 1 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Walhi Babel Desak Menteri ESDM Cabut Izin Tambang di Pesisir Laut Batu Beriga

Penetapan pola ruang untuk pertambangan timah di pesisir laut Batu Beriga adalah kebijakan keliru. IUP semestinya dicabut.

Minggu, 12 Mei 2024
A A
Acara sedekah laut di Pantai Batu Panjang, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Ahad, 12 Mei 2024. Foto Walhi Babel.

Acara sedekah laut di Pantai Batu Panjang, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Ahad, 12 Mei 2024. Foto Walhi Babel.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kepulauan Bangka Belitung mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah di Pesisir-Laut Desa Batu Beriga. Tuntutan ini disampaikan bersama masyarakat dalam acara sedekah laut di pantai Batu Panjang, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Minggu, 12 Mei 2024.

Direktur Eksekutif Walhi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Subhan Hafiz mengatakan penetapan pola ruang untuk pertambangan timah di pesisir-laut Batu Beriga merupakan kebijakan keliru. Sejak awal rencana eksploitasi tambang timah di laut sudah ditolak masyarakat pesisir di Kepulauan Bangka Belitung.

Ia menjelaskan, perairan Batu Beriga merupakan ekosistem penting bagi terumbu karang serta mamalia laut yang dilindungi, seperti dugong dan lumba-lumba. Bentang alam pesisir-laut juga merupakan wilayah tangkap nelayan tradisional yang telah terjaga secara turun temurun.

Baca Juga: Bencana Banjir Bandang dan Lahar Dingin Sumatera Barat 28 Orang Tewas

Wilayah Pesisir-laut Desa Batu Beriga merupakan ekosistem esensial yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Selain itu, lebih dari 80 persen masyarakat Desa Batu Beriga ruang hidupnya bergantung dari hasil laut.

“Sehingga tidak ada alasan bagi menteri ESDM untuk tidak mencabut IUP PT Timah di laut Batu Beriga,” ujar Hafiz dalam siaran pers tertulis tertanggal Ahad, 12 Mei 2024.

Kandungan logam berat berupa timbal (Pb), kadmium (Cd), dan kromium (Cr) pada limbah cair penambangan timah sudah berada di atas baku mutu lingkungan, sehingga menjadi bahan pencemar lingkungan. Kondisi itu diperparah dengan praktik pembuangan limbah tambang timah secara langsung atau berada di atas permukaan laut. Saat kondisi arus laut yang dinamis, limbah penambangan dapat terbawa sejauh 6-7 mil yang menyebabkan aktivitas penambangan timah sangat mengganggu wilayah tangkap nelayan.

Baca Juga: Stasiun Lapangan Geologi UGM, Dulu Dibangun Pertamina Kini Kementerian PUPR

Selain itu, penambangan timah lepas pantai telah memberi pengaruh besar terhadap kerusakan terumbu karang serta ekosistem laut di Bangka Belitung secara keseluruhan. Merujuk data 2015, luasan terumbu karang di Bangka Belitung mencapai 82.259,84 hektare. Seiring waktu, berdasarkan analisis citra tahun 2017, ekosistem terumbu karang hidup seluas 12.474,54 hektare. Sementara, luas karang mati sekitar 5.270,31 hektare.

”Artinya, dalam kurun waktu dua tahun, terumbu karang di Bangka Belitung berkurang sekitar 64.514,99 hektare,” terang Hafiz.

Hafiz juga menyampaikan korupsi sektor pertambangan timah atas aktivitas merusak lingkungan di kawasan hutan dan non kawasan hutan menyebabkan kerugian negara Rp271 triliun. Hal itu merupakan bukti kegagalan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kementerian ESDMPantai Batu Panjangpertambangan timahpesisir laut Batu Berigasedekah lautWalhi Kepulauan Bangka Belitung

Editor

Next Post
Episenter gempa wilayah Pantai Utara Bolmong (Bolaang Mongondow), Sulawesi Utara dengan magnitudo 5,6 pada Senin, 13 Mei 2024. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Ini Pemicu Gempa Bolmong Sulut 5,8 Magnitudo Dirasakan Skala IV MMI

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media