Sabtu, 25 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Walhi Babel Desak Menteri ESDM Cabut Izin Tambang di Pesisir Laut Batu Beriga

Penetapan pola ruang untuk pertambangan timah di pesisir laut Batu Beriga adalah kebijakan keliru. IUP semestinya dicabut.

Minggu, 12 Mei 2024
A A
Acara sedekah laut di Pantai Batu Panjang, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Ahad, 12 Mei 2024. Foto Walhi Babel.

Acara sedekah laut di Pantai Batu Panjang, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Ahad, 12 Mei 2024. Foto Walhi Babel.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kepulauan Bangka Belitung mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah di Pesisir-Laut Desa Batu Beriga. Tuntutan ini disampaikan bersama masyarakat dalam acara sedekah laut di pantai Batu Panjang, Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Minggu, 12 Mei 2024.

Direktur Eksekutif Walhi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Subhan Hafiz mengatakan penetapan pola ruang untuk pertambangan timah di pesisir-laut Batu Beriga merupakan kebijakan keliru. Sejak awal rencana eksploitasi tambang timah di laut sudah ditolak masyarakat pesisir di Kepulauan Bangka Belitung.

Ia menjelaskan, perairan Batu Beriga merupakan ekosistem penting bagi terumbu karang serta mamalia laut yang dilindungi, seperti dugong dan lumba-lumba. Bentang alam pesisir-laut juga merupakan wilayah tangkap nelayan tradisional yang telah terjaga secara turun temurun.

Baca Juga: Bencana Banjir Bandang dan Lahar Dingin Sumatera Barat 28 Orang Tewas

Wilayah Pesisir-laut Desa Batu Beriga merupakan ekosistem esensial yang memiliki Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Selain itu, lebih dari 80 persen masyarakat Desa Batu Beriga ruang hidupnya bergantung dari hasil laut.

“Sehingga tidak ada alasan bagi menteri ESDM untuk tidak mencabut IUP PT Timah di laut Batu Beriga,” ujar Hafiz dalam siaran pers tertulis tertanggal Ahad, 12 Mei 2024.

Kandungan logam berat berupa timbal (Pb), kadmium (Cd), dan kromium (Cr) pada limbah cair penambangan timah sudah berada di atas baku mutu lingkungan, sehingga menjadi bahan pencemar lingkungan. Kondisi itu diperparah dengan praktik pembuangan limbah tambang timah secara langsung atau berada di atas permukaan laut. Saat kondisi arus laut yang dinamis, limbah penambangan dapat terbawa sejauh 6-7 mil yang menyebabkan aktivitas penambangan timah sangat mengganggu wilayah tangkap nelayan.

Baca Juga: Stasiun Lapangan Geologi UGM, Dulu Dibangun Pertamina Kini Kementerian PUPR

Selain itu, penambangan timah lepas pantai telah memberi pengaruh besar terhadap kerusakan terumbu karang serta ekosistem laut di Bangka Belitung secara keseluruhan. Merujuk data 2015, luasan terumbu karang di Bangka Belitung mencapai 82.259,84 hektare. Seiring waktu, berdasarkan analisis citra tahun 2017, ekosistem terumbu karang hidup seluas 12.474,54 hektare. Sementara, luas karang mati sekitar 5.270,31 hektare.

”Artinya, dalam kurun waktu dua tahun, terumbu karang di Bangka Belitung berkurang sekitar 64.514,99 hektare,” terang Hafiz.

Hafiz juga menyampaikan korupsi sektor pertambangan timah atas aktivitas merusak lingkungan di kawasan hutan dan non kawasan hutan menyebabkan kerugian negara Rp271 triliun. Hal itu merupakan bukti kegagalan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kementerian ESDMPantai Batu Panjangpertambangan timahpesisir laut Batu Berigasedekah lautWalhi Kepulauan Bangka Belitung

Editor

Next Post
Episenter gempa wilayah Pantai Utara Bolmong (Bolaang Mongondow), Sulawesi Utara dengan magnitudo 5,6 pada Senin, 13 Mei 2024. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Ini Pemicu Gempa Bolmong Sulut 5,8 Magnitudo Dirasakan Skala IV MMI

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media