Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Warga Jogo Banyu Desak DPRD DIY Libatkan Masyarakat Bahas Raperda Tambang

Jumat, 21 November 2025
A A
Penambangan galian C di lereng Gunung Merapi di Sleman pada 2012. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Penambangan galian C di lereng Gunung Merapi di Sleman pada 2012. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Koalisi Warga Jogo Banyu Yogyakarta, menyampaikan protes keras kepada DPRD DIY yang mengingkari komitmen pelibatan publik dalam pembahasan Raperda Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral Logam, Mineral Bukan Logam, Mineral Bukan Logam Jenis Tertentu, dan Batuan.

Sebab undangan resmi rapat kerja Panitia Khusus Berita Acara (Pansus BA) 7 Tahun 2025 tentang pembahasan raperda tersebut yang dilaksanakan Kamis, 20 November 2025 disinyalir hanya ditujukan jajaran internal legislatif, perangkat eksekutif, dan instansi teknis.

“Ini adalah bukti, DPRD DIY tidak konsisten dengan janji pelibatan publik. Raperda pertambangan menyangkut hajat hidup warga, sumber air, dan ruang hidup. Namun pembahasannya dilakukan secara tertutup dan eksklusif, tanpa melibatkan pihak yang paling terdampak dan masyarakat sipil,” seru perwakilan Koalisi Warga Jogo Banyu Yogyakarta, Himawan Kurniadi dalam siaran tertulis, Jumat, 21 November 2025.

Baca juga: Longsor Banjarnegara, 18 Orang Masih Dalam Pencarian

Padahal komitmen pelibatan masyarakat, sebelumnya telah disampaikan secara lisan oleh Anggota Pansus BA 7 Tahun 2025 dan Komisi C DPRD DIY diwakili Nur Subiyantoro dan Muh. Lisman Puja Kesuma pada Senin, 26 Mei 2025 saat audiensi awal bersama Koalisi Warga Jogo Banyu Yogyakarta.

Adapun salah satu hasil diskusi dalam forum tersebut dijanjikan akan mengundang Koalisi Warga Jogo Banyu Yogyakarta dalam proses penyusunan sampai pembahasan pasal per pasal untuk raperda ini. Namun sampai hari ini tidak terealisasi dalam proses pembahasannya.

Ada beberapa catatan besar yang menjadi masukan Koalisi Warga Jogo Banyu Yogyakarta dari hasil membedah Naskah Akademis dan Rancangan Peraturan Daerah yang didapatkan dari Pansus BA 7 DPRD DIY versi draft pada tanggal 30 Mei 2025.

Baca juga: Ratusan Pendaki Terjebak Erupsi Semeru, Status Siaga Jadi Awas Selisih Satu Jam

Pertama, raperda itu belum memuat substansi keistimewaan dalam pembangunan yang berlandaskan filosofi “Memayu Hayuning Bawono” dan “nilai-nilai keistimewaan DIY”. Prinsip tersebut seharusnya menjadi dasar dalam pengaturan hukum yang mengutamakan perlindungan masyarakat dan lingkungan.

Kedua, tidak ada pengaturan yang jelas terkait dengan keterbukaan data dan informasi bagi publik pada penyelenggaraan pertambangan di Provinsi DIY.

Ketiga, minim peran serta masyarakat terutama masyarakat terdampak dalam hal pengawasan pada kegiatan pertambangan di DIY.

Baca juga: Bobibos, Teknologi Konversi Jerami Menjadi Bahan Bakar Hidrokarbon

Keempat, tidak ada pengaturan yang memadai terkait dengan reklamasi yang menjadi tanggung jawab pelaku usaha. Selama ini dari hasil temuan Koalisi Warga Jogo Banyu Yogyakarta, ketentuan besaran jaminan reklamasi tidak sesuai dengan kerusakan lingkungan yang terjadi, pengaturan mekanisme reklamasi, pelaksanaan reklamasi dan pasca tambang, serta kelayakan reklmasi beserta penilaian keberhasilan reklamasi 100%.

Kelima, minimnya pengaturan tentang peningkatan nilai tambah dari pertambangan bagi daerah, tidak sebanding dengan risiko yang harus ditanggung masyarakat terdampak. Seperti kerusakan lingkungan, risiko bencana, kerusakan infrastruktur, gangguan kesehatan, ancaman keselamatan dan keamanan berkendara di jalan raya yang juga digunakan oleh angkutan truk material tambang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kolisi Warga Jogo Banyu YogyakartaKomisi C DPRD DIYpartisipasi publikraperda tambang

Editor

Next Post
Ilustrasi ibu hamil. Foto TungArt7/pixabay.com.

Tiga Jalur Masuk Mikroplastik ke Tubuh Ibu Hamil

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media