Pada periode tersebut, terjadi 21 KLB suspek campak dan 13 KLB campak terkonfirmasi laboratorium yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Penemuan kasus suspek campak pada tahun 2025 meningkat signifikan, yakni 147 persen dibandingkan tahun 2024. Penguatan sistem kewaspadaan dini menjadi prioritas utama.
“Tingkat penularan campak sangat tinggi. Setiap peningkatan kasus harus direspons dengan cepat melalui surveilans yang kuat dan pelaporan yang tepat waktu,” kata dia.
Termasuk penyelidikan epidemiologi maksimal 24 jam setelah penemuan kasus dan pelaporan real time melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Kemenkes akan meningkatkan kewaspadaan nasional melalui penguatan surveilans, respons cepat KLB, serta kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah daerah guna mencegah meluasnya penularan campak di Indonesia.
Baca juga: Tak Semua Pasien Kanker Tak Boleh Berpuasa Ramadan
Peningkatan kasus campak juga dilaporkan di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara dan Pasifik Barat yang turut meningkatkan risiko penularan lintas negara.
Ketimpangan imunisasi MR di daerah
Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Mulya Rahma Karyanti menegaskan dinamika kasus campak sangat berkaitan dengan ketimpangan cakupan imunisasi campak-rubella di tingkat daerah.
Secara nasional capaian imunisasi MR sudah melampaui target. Namun kasus masih terjadi di provinsi, kabupaten, bahkan desa tertentu yang memiliki cakupan imunisasi rendah. Di wilayah-wilayah inilah risiko KLB campak menjadi lebih tinggi.
“Padahal imunisasi MR menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak,” kata Mulya.
Andi menambahkan capaian imunisasi nasional akan ditingkatkan untuk melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah ini. Sebab pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata.
“Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,” kata dia. [WLC02]
Sumber: Kementerian Kesehatan







Discussion about this post