Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada 4 Kelompok Rentan Omicron, Masyarakat Bergejala Ringan Diminta Berempati

Senin, 7 Februari 2022
A A
Ilustrasi jaga jarak selama pandemi Covid-19. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.

Ilustrasi jaga jarak selama pandemi Covid-19. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hasil penelitian yang dilakukan pihak rumah sakit rujukan Covid-19, RSPI Sulianti Saroso menunjukkan ada empat kelompok rentan terhadap Covid-19. Meliputi kelompok lanjut usia, anak-anak, orang yang memiliki komorbiditas, dan yang belum divaksinasi.

“Keempat kelompok inilah yang perlu diperhatikan dan kerap menjadi korban paling dirugikan di masa Covid-19 ini,” kata Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi sebagaimana dilansir dari laman kemkes.go.id, Minggu, 6 Februari 2022.

Penelitian tersebut berdasarkan 12 data sampel pasien yang dirawat dalam kondisi berat dan kritis. Enam pasien di antaranya belum melakukan vaksinasi. Kemudian tiga dari paasien yang belum divaksinasi dan dirawat secara intensif tersebut meninggal dunia.

”Data ini kembali menunjukkan pentingnya vaksinasi untuk mengurangi risiko terburuk dari terpapar Covid-19, yaitu kematian,” imbuh Nadia.

Baca Juga: PTM Terbatas 50 Persen Siswa Dapat Diberlakukan di Wilayah PPKM Level 2 

Data lain menunjukkan, komorbiditas sangat mempengaruhi tingkat kesakitan akibat infeksi Covid-19. Diagnosa pasien menunjukkan semua pasien yang meninggal memiliki komorbid. Komplikasi penyakit penyerta dan infeksi virus Covid-19 dinilai membahayakan keselamatan jiwa pasien.

“Tidak hanya pasien yang meninggal dunia, seluruh pasien yang dirawat intensif mengidap minimal satu penyakit penyerta,” kata Nadia.

Sejumlah upaya pencegahan penularan perlu dilakukan. Pertama, bagi pasien yang terpapar varian Omicron, meskipun tanpa gejala atau pun bergejala ringan dan sudah divaksinasi, diimbau agar berempati pada kelompok-kelompok rentan yang perlu dilindungi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bergejala ringanCovid-19kelompok rentankomorbidlansiaOmicronvaksinasivaksinasi boostervarian Omicron

Editor

Next Post
Ekosistem burung di kawasan lahan basah. Foto menlhk.go.id.

Mengenal Ekosistem Lahan Basah di Indonesia, dari Burung Migran hingga Arwana Irian

Discussion about this post

TERKINI

  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media