Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada Jejak Tsunami Aceh 7000 Tahun Silam di Gua Ek Lentie

Jumat, 30 Agustus 2024
A A
Study dan site visit ke Gua Ek Lentie di Aceh Besar. Foto BAST ANRI.

Study dan site visit ke Gua Ek Lentie di Aceh Besar. Foto BAST ANRI.

Share on FacebookShare on Twitter

Site visit dilanjutkan ke kuburan massal yang merupakan tempat pemakaman korban bencana tsunami tahun 2004, Monumen Thanks to The World sebagai pengingat dan ucapan terima kasih kepada dunia yang telah membantu membangun Aceh Kembali. Juga ke PLTD Apung yang menjadi bukti sejarah kedahsyatan ombak tsunami yang mampu menyeret kapal dengan berat 2000 ton sejauh 5 km ke daratan.

“Harapannya, study dan site visit ini mampu memberikan pemahaman sejarah dan pembelajaran kejadian tsunami Aceh sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan bersama dapat diperkuat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalamketerangan tertulis tertanggal 30 Agustus 2024.

Tim juga melakukan kunjungan itu dilakukan koordinasi dan sharing perkembangan kesadaran masyarakat Banda Aceh melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang telah dilakukan BPBA bersama mitra terkait. BPBA, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana dan manajemen risiko bencana, menyampaikan berbagai strategi mitigasi yang telah diimplementasikan pasca tsunami 2004, serta tantangan yang dihadapi dalam mengedukasi dan mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana di masa depan.

Baca Juga: Nasih Yuwono, Olah Sisa Makanan dengan Ember Tumpuk Jalin Kerja Sama Desa Kota

Sementara koordinasi dan penggalian data dan informasi mengenai penanganan tsunami 2004 dilakukan bersama Balai Arsip Statis dan Tsunami Aceh (BAST) ANRI. Arsip adalah bukti vital dalam kejadian atau peristiwa. Melalui arsip, sebuah kejadian dapat dipahami dan dapat ditarik pembelajaran untuk masa mendatang.

BAST ANRI menyimpan berbagai arsip yang berhubungan dengan penanganan bencana tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 silam. Termasuk dokumentasi, laporan penanganan, foto, dan rekaman audio-visual yang menjadi saksi dari tragedi tersebut. [WLC02]

Sumber: BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gua Ek LentieMuseum Tsunami AcehPLTD Apungportal Literasi Sejarah Bencanatsunami Aceh

Editor

Next Post
Banjir merendam dua desa di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 30 Agustus 2024. Foto BPBD Sanggau.

Dua Sungai Meluap dan Merendam Dua Desa di Sanggau Kalimantan Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media