Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ahli Meteorologi Ingatkan Waspada Kekeringan Meskipun Kemarau Basah

Sabtu, 5 Juli 2025
A A
Ilustrasi kekeringan. Foto klimkin/pixabay.com.

Ilustrasi kekeringan. Foto klimkin/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Sonni juga mengingatkan dampak khas musim kemarau tetap perlu diwaspadai.

“Kekeringan dapat menyebabkan peningkatan suhu udara dan penurunan kelembapan udara karena kurangnya evaporasi air dari permukaan tanah dan tanaman,” ujar dia.

Ia juga menyebut dalam musim kemarau, selalu potensi peningkatan partikel debu dan polutan. Akibatnya, terjadi penurunan kualitas udara, serta risiko kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), khususnya di daerah perkotaan.

Baca juga: Kongres ILC di Bali, Indonesia Target Eliminasi Kusta di 11 Daerah

Untuk upaya mitigasi, Sonni merekomendasikan penggunaan transportasi umum untuk mengurangi polusi, konservasi tanah dan air, serta penggunaan tanaman tahan kekeringan. Ia juga menekankan bahwa fenomena seperti sunspot memiliki siklus 11 tahunan, sehingga pola cuaca seperti ini bisa berulang di masa depan.

Meski curah hujan lokal mungkin terjadi selama kemarau 2025, Sonni menegaskan bahwa masyarakat dan pemerintah tetap perlu siaga. Status siaga kekeringan yang ditetapkan BNPB bukan tanpa alasan.

“Fenomena sunspot memang memberi kemungkinan hujan, tapi sifatnya tidak merata dan tidak menjamin wilayah-wilayah terdampak akan terbebas dari kekeringan,” jelas dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ahli Meteorologibintik matahariFMIPA IPB Universitykemarau basahsiaga kekeringan

Editor

Next Post
Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.

Delapan Virus Baru Teridentifikasi pada Kelelawar, Pakar Ingatkan Risiko Zoonosis

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media