Kamis, 29 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ancaman Gempa Megathrust, Sesar Aktif di Jawa Belum Banyak Terpetakan

Pulau Jawa memiliki sistem sumber gempa yang kompleks. Selain zona subduksi atau megathrust di selatan Jawa, terdapat pula berbagai sesar aktif di daratan yang berpotensi memicu gempa merusak.

Selasa, 9 Juni 2026
A A
Workshop Advancing Multi-hazard Exposure Information in the Java Trench Region, Indonesia: For Enhanced Risk Assessment and Resilience di Jakarta, 8 Juni 2026. Foto Dok. BRIN.

Workshop Advancing Multi-hazard Exposure Information in the Java Trench Region, Indonesia: For Enhanced Risk Assessment and Resilience di Jakarta, 8 Juni 2026. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Melalui berbagai penelitian kebumian yang terus dilakukan, BRIN berupaya memperkuat basis data dan pengetahuan mengenai sumber-sumber gempa di Indonesia. Informasi tersebut diharapkan dapat mendukung penyusunan kebijakan mitigasi bencana yang lebih efektif, sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dan infrastruktur dalam menghadapi ancaman gempa bumi di masa depan.

Ancaman gempa megathrust

Sementara megathrust dalam 32 tahun terakhir sudah pernah terjadi dua kali di Jawa, yaitu pada tahun 1994 di Banyuwangi Selatan (disertai tsunami destruktif) dan tahun 2006 di Pangandaran (juga disertai tsunami, tak lama setelah gempa darat Jogja).

Pakar gempa dari Teknik Geologi UGM, Gayatri Indah Marliyani menjelaskan pemahaman geologi mengenai ancaman sesar aktif dan potensi megathrust di selatan Jawa sangat krusial sebagai fondasi utama mitigasi bencana, bukan untuk memicu kepanikan di masyarakat. Mengingat ilmu pengetahuan saat ini belum mampu memprediksi kapan gempa akan terjadi. Juga ada tantangan hilangnya memori kolektif mengenai bencana pada generasi muda pascagempa Jogja 2006.

“Daripada fokus menebak-nebak kapan gempa terjadi, yang lebih utama adalah bagaimana memitigasi risiko dari bencana tersebut,” ujar Gayatri.

Terkait ancaman megathrust tersebut, Gayatri mengajak masyarakat dan pemerintah untuk membangun infrastruktur rumah yang tahan gempa. Juga membuat dan mengenali jalur evakuasi, serta mengikuti informasi yang valid agar tidak termakan hoaks yang menakuti.

Mantan Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), Prof. Dwikorita Karnawati mengatakan ancaman gempa megathrust Jawa sama sekali bukan untuk menakuti masyarakat, melainkan sebagai dasar vital guna merancang skenario mitigasi dan kesiapsiagaan yang terukur. Mengingat ada seismic gap (zona kekosongan gempa besar) di titik kritis seperti Selat Sunda, Selatan Jawa, dan Mentawai yang telah menyimpan energi selama lebih dari 200 tahun.

“Data keilmuan ini mutlak diperlukan untuk acuan kesiapan struktural darurat,” kata Dwikorita dalam seminar mengenai penanggulangan kebencanaan dengan tajuk “20 Tahun Gempa Yogya 2006 dan  Antisipasi Gempa Bumi Megathrust Jawa” di Ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM, Sabtu, 30 Juni 2026.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menyikapi informasi ancaman geologi ini dengan tenang, memperkuat edukasi mitigasi dan jalur evakuasi. Serta tidak mudah terpancing oleh hoaks, agar selalu siap siaga merespons skenario terburuk kapan pun bencana tersebut melanda.

Meski belum ada penelitian yang secara akurat dapat memprediksi gempa, Dwikorita menegaskan para ilmuwan  terus mengupayakan meskipun hasilnya belum akurat.

“Lalu, kenapa ilmuwan repot-repot memikirkan hal yang sulit dicocokkan ini? Tujuannya agar kita bisa menyusun mitigasi dan kesiapsiagaan. Hasil riset ini diperlukan untuk membangun skenario. Skenario adalah suatu asumsi seandainya itu terjadi. Karena tanpa skenario sama sekali, tidak ada dasar pegangan untuk melakukan mitigasi,” jelas dia. [WLC02]

Sumber: BRIN, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: gempa MegathrustJurusan Teknik Geologi UGMPulau JawaPusat Riset Kebencanaan Geologi BRINsesar aktif

Editor

Next Post
Sidang pembuktian jalan 135 km di PTUN Jayapura, 9 Juni 2026. Lovenila/Greenpeace.

Sidang Pembuktian Gugatan Jalan 135 Kilometer di Merauke, Hakim Minta Pembangunan Dihentikan

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media