Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ani Mardiastuti, Penelitian Ekosistem Air Terjun di Indonesia Masih Terbatas

Air terjun menjadi habitat tumbuhan dan satwa liar. Spesies yang sulit ditemukan di tempat lain mungkin bisa ditemukan di sana.

Minggu, 3 November 2024
A A
Guru Besar Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Prof. Ani Mardiastuti. Foto LinkedIn.

Guru Besar Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Prof. Ani Mardiastuti. Foto LinkedIn.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Air terjun bukan sekadar keindahan alam, tetapi juga memiliki banyak aspek ekologis dan budaya yang perlu diperhatikan. Air terjun bukan hanya tempat rekreasi, melainkan juga dapat menjadi bagian dari budaya lokal. Serta menarik wisatawan yang ingin belajar tentang kebudayaan dan tradisi setempat.

Sebab air terjun adalah bagian dari ekosistem yang kompleks, mengandung keanekaragaman hayati yang perlu dilindungi. Juga punya potensi geowisata yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat.

“Dari pemandangan yang indah hingga proses geologis dan ekosistem yang ada di sekitarnya, semuanya berkontribusi pada keunikan air terjun,” ungkap Dosen IPB University di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) Prof. Ani Mardiastuti membahas potensi geowisata air terjun dalam Webinar Nasional bersama Tunas Hijau Indonesia, Sabtu, 2 November 2024.

Baca Juga: Proyek IKN Dinilai Mengancam Kekayaan Biodiversitas Teluk Balikpapan

Unik tapi masih terbatas

Saat ini, penelitian tentang ekosistem air terjun di Indonesia masih terbatas. Meskipun banyak yang sudah meneliti, tetapi masih banyak potensi yang belum tergali, terutama di daerah terpencil. Perlu lebih banyak penelitian untuk memahami dan melestarikan keanekaragaman hayati di sekitar air terjun.

Dari segi keanekaragaman hayati di sekitar air terjun, Ani menjelaskan bahwa kawasan ini merupakan habitat bagi berbagai tumbuhan dan satwa liar.

“Ini adalah tempat yang unik. Kita dapat menemukan spesies yang mungkin sulit ditemui di tempat lain,” kata dia.

Baca Juga: Aktivitas Kegempaan Gunung Lamongan Meningkat, Waspada Retakan Tanah

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Air TerjunIPB Universitykeanekaragaman hayatimicroclimateProf Ani Mardiastuti

Editor

Next Post
Warga di Morowali memblokade jalan yang diklaim perusahaan mineral pada Juni 2024. Foto Walhi Sulteng.

Potensi Kriminalisasi Warga di Morowali Tinggi Demi Hilirisasi Mineral

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media