Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Arif Satria, Ada 10 Sumber Bioenergi Potensial untuk Transisi Energi

Ada karet, sekam padi, sampah, tebu, kayu, singkong, batang jagung, mikroalga, sampah organik, juga limbah kelapa sawit.

Kamis, 17 Oktober 2024
A A
Rektor IPB University, Arif Satria. Foto www.alumniipbpedia.id.

Rektor IPB University, Arif Satria. Foto www.alumniipbpedia.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dikembangkan sebagai bioenergi. Rektor IPB University, Prof. Arif Satria menekankan pentingnya mengeksplorasi sumber-sumber bioenergi selain kelapa sawit. Langkah ini penting untuk mendukung transisi energi Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Ia menyebutkan ada 10 sumber bioenergi yang sangat potensial untuk dikembangkan di era pemerintahan baru ini. Ada karet, sekam padi, sampah, tebu, kayu, singkong, batang jagung, mikroalga, sampah organik, juga limbah kelapa sawit.

“Saatnya kita memaksimalkan semua potensi yang ada agar energi terbarukan semakin beragam dan berkelanjutan,” terang dia dalam acara REPNAS National Conference & Awarding Night, Senin, 14 Oktober 2024.

Baca Juga: Mengatasi Kelangkaan Gaharu Alam Lewat Gaharu Budidaya

Arif menyoroti pentingnya mengelola limbah pertanian dan industri yang selama ini terabaikan. Salah satunya sekam padi yang sering kali hanya menjadi limbah.

“Sekam padi selama ini tidak dimanfaatkan. Apabila dikelola dengan baik, sekam padi bisa menjadi bahan bakar biomassa yang sangat potensial,” terang dia.

Ia juga mengungkap potensi limbah karet dan tebu. Ampas tebu misalnya, berpotensi untuk dijadikan bahan bakar biomassa. Sekaligus menjadi alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Baca Juga: Mantan Bupati Banyumas Sukses Kelola Sampah karena TPA Ditutup Warga

Kayu yang selama ini digunakan untuk konstruksi, juga bisa diolah menjadi briket atau pellet untuk bahan bakar. Selain itu, sampah organik juga bisa menjadi sumber energi penting.

“Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan gasifikasi sampah untuk menghasilkan energi yang lebih bersih dan efisien,” kata Arif.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bioenergiEnergi fosilNZE 2060Ramah lingkunganRektor IPB University Prof. Arif Satriatransisi energi

Editor

Next Post
Perairan Morodemak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah jadi pilot project pengembangan pemanfaatan sedimentasi laut, 11 Oktober 2024. Foto KKP.

Sedimentasi Laut Perairan Morodemak Dimanfaatkan dengan Alasan Rehabilitasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media