Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Asia dan Afrika Dijajah Eropa dengan Kolonialisme, Ini Perbedaannya

Dua benua besar, Asia dan Afria sama-sama pernah dijajah negara-negara di Benua Eropa. Dan mereka bangkit berjuang melawan penjajahan dengan National Building dan Pan Afrika.

Rabu, 19 Januari 2022
A A
Ilustrasi peta dunia. Foto uii.ac.id.

Ilustrasi peta dunia. Foto uii.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Motivasi tersebut kemudian menuntun negara-negara Afrika untuk melaksanakan Berlin Conference yang membagi wilayah penjajahan di Afrika dengan mengusung misi mencerdaskan bangsa Afrika dan mengolah sumber daya yang dimiliki.

Cara Asia dan Afrika melawan kolonialisme

Perbedaan penjajahan di Asia dan Afrika juga terletak pada proses kebangkitan penduduk lokal dalam melawan penjajah. Di Asia, perlawanan terhadap penjajah semula terhalang oleh konsep Nation State yang mampu membuat sekat antar penduduk lokal terkait perbedaan bangsa dan budaya. Namun konsep tersebut mampu dilawan dengan menghadirkan konsep Nation Building.

Baca Juga: Pelarangan Ekspor Batu Bara Bukan Solusi, Harus Percepat Transisi Energi Terbarukan

Konsep ini mampu menyatukan beragam suku dan bangsa dalam usaha melawan penjajahan seperti yang terjadi di India, Filipina, dan Indonesia dengan menyatukan suku bangsa di ketiga negara tersebut.

“Lahirnya Kebangkitan Nasional 1908 dan Sumpah Pemuda 1928 tidak terlepas dari konsep Nation Building ini,” kata Utama.

Ilustrasi anak-anak Afrika. Foto manuelamilani/pixabay.com.
Ilustrasi anak-anak Afrika. Foto manuelamilani/pixabay.com.

Hanya saja, sistem yang sama tidak mampu diadopsi di Afrika karena kawasan ini menggunakan sistem pemerintahan suatu wilayah tanpa perbatasan yang jelas.

“Konteks lain yang perlu dipahami adalah kehancuran mentalitas Afrika diperparah dengan hadirnya penjajah yang memecah belah suku-suku di Afrika,” kata Wahyu.

Baca Juga: Indonesia-Jepang Kerja Sama Transisi Energi, Investasi akan Dipermudah

Pencerahan datang dari orang-orang Afrika yang telah memahami konsep negara bangsa karena ikut militer asing maupun kuliah di negara lain. Aktivitas mereka kemudian melahirkan gerakan Pan Afrika yang bertujuan untuk memerdekakan dan menyatukan Afrika. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: AfrikaAsiaEropakolonialismeNation BuildingNation StatePan AfrikaUII

Editor

Next Post
Induk orangutan kalimantan, Max dan bayinya, Mely di Suaaka Margasatwa Lamanau, Kalimantan Tengah. Foto Sugih Trianto/menlhk.go.id.

Mely, Bayi Orangutan Pertama 2022 yang Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media