Selasa, 14 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Awal 2025, Ribuan Ternak Sapi Terpapar Penyakit Mulut dan Kuku

Senin, 6 Januari 2025
A A
Ilustrasi ternak sapi. Foto Wanaloka.com

Ilustrasi ternak sapi. Foto Wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Hewan yang mengalami gejala harus dipisahkan dengan hewan lainnya agar mencegah penularan lebih lanjut. Tahap kedua, muncul lepuh atau lesi atau sariawan pada rongga mulut, serta luka pada kuku.

Baca juga: Kenali Karakteristik Ikan Buntal agar Tak Keracunan

“Hewan yang terinfeksi harus diberi antibiotik dan vitamin secara berkala, ini untuk mencegah munculnya infeksi sekunder akibat luka yang terbuka,” papar Aris.

Selama pelaksanaan mitigasi, peternak diharapkan menerapkan biosekuriti. Biosekuriti merupakan tindakan untuk mencegah penularan penyakit atau kontaminasi ke dalam atau keluar dari suatu tempat untuk melindungi ternak dari virus sejak dini.

Keamanan ternak maupun manusia dan lingkungan menjadi prioritas. Perlu beberapa tindakan nyata, seperti pengawasan lalu-lintas keluar masuk kandang hingga isolasi ternak yang terkena PMK.

Baca juga: Proyek 20 Juta Hektare Hutan untuk Pangan dan Energi, Walhi Ingatkan Kiamat Ekologis

Adapun masa inkubasi virus PMK bisa dalam jangka panjang selama 2 hingga 5 hari. Sedangkan jangka pendek, terjadi dalam masa waktu 10 hingga 14 hari.

Faktor yang memengaruhi masa inkubasi adalah jenis virus dan tata laksana peternak. Aris menegaskan, penting bagi peternak untuk langsung melaporkan kasus PMK pada petugas satgas atau dokter hewan terdekat untuk membantu peternak melakukan mitigasi dan penanganan.

“Tidak perlu panik, segera lapor dan lakukan mitigasi. Pemerintah saat ini sudah menutup beberapa pasar hewan di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Harapannya masyarakat bisa menaati karena ini bersifat sementara,” tambah Aris.

Baca juga: Dua Kapal Antar Eksplorasi ke TN Taka Bonerate, Atol Terbesar Ketiga Dunia

Bentuk Satgas Penaggulangan PMK

Selain itu, ia berpendapat, perlu upaya kerja sama antar pihak sangat diperlukan untuk mengatasi wabah PMK. Pemerintah bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan sejumlah pakar terus menjalin kerja sama agar jumlah kasus terinformasi dan tertangani dengan baik. Untuk wilayah DIY dan Jawa Tengah, katanya, Fakultas Kedokteran Hewan UGM juga turut berkontribusi menangani kasus PMK melalui PDHI maupun penerjunan mahasiswa secara langsung.

“Dengan angka kejadian penyakit PMK di DIY dan nasional yang terus meningkat, Fakultas Peternakan (Fapet) UGM memutuskan untuk membentuk Satgas,” ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, Senin, 6 Januari 2025.

Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan PMK dibentuk sebagai upaya antisipasi sekaligus penanganan PMK di DIY dan Nasional. Tugasnya antara lain memastikan pencegahan dan penanganan PMK bisa dilakukan lebih cepat dan sistematis.

“Kami sudah melakukan survei awal ke lokasi ternak yang terkena PMK di Gunungkidul,” imbuh Budi. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: beternak sapipenyakit mulut dan kukuSatgas Penanggulangan PMKvaksinasi

Editor

Next Post
Peringatan 44 tahun banjir bandang dan longsor di Sangiang, 26 Desember 2024. Foto Dok. Tim Peneliti Prodi Ilmu Sejarah FIB Unpad.

Melengkapi Data Terserak 44 Tahun Banjir Bandang Sangiang

Discussion about this post

TERKINI

  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Peta Prediksi Anomali Hujan 2026. Foto Walhi.Ancaman Godzilla El Nino, Kekeringan dan Krisis Pangan 2026
    In Lingkungan
    Jumat, 10 April 2026
  • Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Agus Affianto dan warga lokal Belitung Timur. Foto Dok. Picoez.Agus “Picoez” Affianto, Reklamasi Lahan Bekas Tambang Butuh Campur Tangan Manusia
    In Sosok
    Jumat, 10 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media