Jumat, 10 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bakteri Penyakit Leptospirosis Bisa Tahan Berbulan-bulan di Tempat Lembab

Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira interrogans yang tidak hanya menginfeksi tikus, tetapi juga pada mamalia lain seperti kucing, anjing, sapi, babi, kambing, dan domba.

Jumat, 13 Februari 2026
A A
Ilustrasi tikus yang membawa bakteri penyakit leptospirosis. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Ilustrasi tikus yang membawa bakteri penyakit leptospirosis. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?

Segera periksa ke faskes

Musim hujan menjadi faktor risiko utama penularan penyakit leptospira. Koko menyarankan agar masyarakat menghindari kontak dengan air tergenang dan menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan dan sepatu boot.

Selain itu, penting mengikuti anjuran dokter apabila pasien mengalami gejala berat leptospirosis. Informasi dari pasien memegang peran yang sangat penting, terutama terkait riwayat paparan lingkungan dan kasus leptospirosis di lingkungan sekitar. Kondisi ini menjadi krusial karena secara klinis maupun pemeriksaan laboratorium. Leptospirosis kerap sulit dibedakan dari penyakit lain seperti demam berdarah dengue (DBD) dan tifus.

“Hal tersebut tidak sepenuhnya keliru selama pasien tetap berada dalam pengawasan ketat. DBD itu risiko kematiannya bisa terjadi pada minggu-minggu pertama, sedangkan Leptospirosis bisa minggu kedua atau setelahnya,” papar dia.

Baca juga: KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial

Koko mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan air tergenang. Sebab manusia tidak dapat mengendalikan di mana hewan seperti tikus membuang urin.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik apabila mengalami atau mendapati anggota keluarga dengan gejala leptospirosis. Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, serta mengikuti seluruh anjuran medis.

“Dengan penanganan tepat, termasuk perawatan intensif bila diperlukan, peluang pemulihan tetap tinggi selama fase kritis dapat dilalui,” tutur dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bakteri Leptospira InterrogansleptospirosisPenyakit Kencing TikusRumah Sakit Akademik UGM

Editor

Next Post
Ilustrasi musim penghujan. Foto Pexels/pixabay.com.

Potensi Hujan Intensitas Tinggi, Cuaca Libur Idul Fitri 2026 Diprakirakan Kondusif  

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media