Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Potensi Hujan Intensitas Tinggi, Cuaca Libur Idul Fitri 2026 Diprakirakan Kondusif  

Jumat, 13 Februari 2026
A A
Ilustrasi musim penghujan. Foto Pexels/pixabay.com.

Ilustrasi musim penghujan. Foto Pexels/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan pembaruan kondisi cuaca dan iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada periode Hari Raya dan Libur Idul Fitri 2026 diprakirakan relatif kondusif. Tidak berpotensi menimbulkan gangguan berskala besar terhadap kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat. Namun potensi hujan di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai, karena Indonesia masih berada pada periode puncak musim hujan.

“Saat ini, kita masih berada di puncak musim hujan pada Januari – Februari, kemudian akan melandai. Namun hujan dengan intensitas tinggi ini masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Tingkat Menteri di Jakarta, Rabu, 12 Februari 2026.

Ia memaparkan prediksi curah hujan, dinamika atmosfer, hingga potensi banjir rob dan gangguan penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

BMKG memprediksi pada Februari 2026 curah hujan umumnya berada pada kategori rendah hingga tinggi. Curah hujan sangat tinggi berpeluang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan.

Baca juga: Bakteri Penyakit Leptospirosis Bisa Tahan Berbulan-bulan di Tempat Lembab

Sementara Maret 2026, hujan diperkirakan berada pada kategori menengah hingga tinggi, dengan potensi hujan sangat tinggi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.

Selama periode Hari Raya Idul Fitri, sejumlah fenomena atmosfer diprediksi masih aktif, antara lain Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi bibit siklon atau siklon tropis khususnya di wilayah selatan Indonesia.

BMKG mengingatkan adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan terutama pada minggu ke-4 Februari hingga minggu ke-2 Maret 2026.

Untuk periode 1-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan didominasi berawan hingga hujan sedang.

Tanggal 1-10 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang masih dominan, dengan peluang hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Tengah, dan Papua.

Baca juga: Migrasi Paksa dan Ketidakadilan di Sektor Perikanan Akibat Krisis Iklim

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: awan CumulonimbusBMKGhujan intensitas tinggiLibur Idul Fitri

Editor

Next Post
Kunjungan pejabat KLH/BPLH di kawasan konservasi Pesut Mahakam di Kalimantan Timur. Foto KLH/BPLH.

Kementerian Lingkungan Hidup Lindungi Pesut Mahakam Lewat Desa Konservasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media