Jumat, 10 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bakteri Penyakit Leptospirosis Bisa Tahan Berbulan-bulan di Tempat Lembab

Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira interrogans yang tidak hanya menginfeksi tikus, tetapi juga pada mamalia lain seperti kucing, anjing, sapi, babi, kambing, dan domba.

Jumat, 13 Februari 2026
A A
Ilustrasi tikus yang membawa bakteri penyakit leptospirosis. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Ilustrasi tikus yang membawa bakteri penyakit leptospirosis. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kasus leptospirosis atau penyakit kencing tikus terjadi hampir di seluruh dunia, terutama di wilayah tropis dan subtropis. Ada lebih 1 juta kasus dengan 60 ribu kematian dalam laporan tiap tahunnya. Musim hujan yang masih berlangsung membuat risiko penularan tatap tinggi.

Di Indonesia, Data Kementerian Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus leptospirosis di berbagai daerah Indonesia sepanjang Juli hingga Agustus 2025. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi mencapai 1.014 kasus, disusul oleh DI Yogyakarta sebanyak 703 kasus. Selain itu, Jawa Timur mencatat 487 kasus, Jawa Barat 220 kasus, Banten 149 kasus, dan Jakarta sebanyak 39 kasus per Juli 2025.

Bakteri bertahan berbulan-bulan

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Akademik UGM, Noviantoro Sunarko Putro menyampaikan penyakit leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang paling sering ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira interrogans yang tidak hanya menginfeksi tikus, tetapi juga pada mamalia lain seperti kucing, anjing, sapi, babi, kambing, dan domba.

“Bakteri Leptospira interrogans dapat bertahan di kandung kemih tikus selama berbulan-bulan dan dikeluarkan melalui urin sehingga berpotensi menularkan infeksi ke lingkungan dalam waktu lama,” jelas Koko, sapaan akrabnya, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca juga: Migrasi Paksa dan Ketidakadilan di Sektor Perikanan Akibat Krisis Iklim

Gejala penyakit leptospirosis sulit dikenali karena menyerupai penyakit infeksi umumnya. Sebagian besar kasus bergejala ringan, seperti demam, sakit kepala, menggigil, dan nyeri otot. Namun, nyeri otot pada leptospirosis memiliki ciri khas, terutama pada otot betis, punggung, dan perut.

Pada gejala yang lebih berat, leptospirosis ditandai tiga kondisi utama, yaitu perdarahan, badan menguning akibat gangguan hati dan gagal ginjal akut yang menyebabkan produksi urin berkurang.

“Akibatnya, racun yang seharusnya dibuang lewat kencing jadi menumpuk di dalam dan meracuni tubuh,” jelas dia.

Penularan bakteri Leptospira interrogans masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka maupun mukosa, seperti kelopak mata dan rongga mulut. Bakteri ini dapat bertahan lama di lingkungan lembab dan air tergenang, seperti got, kolam, sungai berarus lambat, dan genangan air lainnya, bahkan hingga berbulan-bulan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bakteri Leptospira InterrogansleptospirosisPenyakit Kencing TikusRumah Sakit Akademik UGM

Editor

Next Post
Ilustrasi musim penghujan. Foto Pexels/pixabay.com.

Potensi Hujan Intensitas Tinggi, Cuaca Libur Idul Fitri 2026 Diprakirakan Kondusif  

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media