Minggu, 26 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bakteri Penyakit Leptospirosis Bisa Tahan Berbulan-bulan di Tempat Lembab

Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira interrogans yang tidak hanya menginfeksi tikus, tetapi juga pada mamalia lain seperti kucing, anjing, sapi, babi, kambing, dan domba.

Jumat, 13 Februari 2026
A A
Ilustrasi tikus yang membawa bakteri penyakit leptospirosis. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Ilustrasi tikus yang membawa bakteri penyakit leptospirosis. Foto TheOtherKev/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kasus leptospirosis atau penyakit kencing tikus terjadi hampir di seluruh dunia, terutama di wilayah tropis dan subtropis. Ada lebih 1 juta kasus dengan 60 ribu kematian dalam laporan tiap tahunnya. Musim hujan yang masih berlangsung membuat risiko penularan tatap tinggi.

Di Indonesia, Data Kementerian Kesehatan menunjukkan tren peningkatan kasus leptospirosis di berbagai daerah Indonesia sepanjang Juli hingga Agustus 2025. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah kasus tertinggi mencapai 1.014 kasus, disusul oleh DI Yogyakarta sebanyak 703 kasus. Selain itu, Jawa Timur mencatat 487 kasus, Jawa Barat 220 kasus, Banten 149 kasus, dan Jakarta sebanyak 39 kasus per Juli 2025.

Bakteri bertahan berbulan-bulan

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Akademik UGM, Noviantoro Sunarko Putro menyampaikan penyakit leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang paling sering ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini disebabkan bakteri Leptospira interrogans yang tidak hanya menginfeksi tikus, tetapi juga pada mamalia lain seperti kucing, anjing, sapi, babi, kambing, dan domba.

“Bakteri Leptospira interrogans dapat bertahan di kandung kemih tikus selama berbulan-bulan dan dikeluarkan melalui urin sehingga berpotensi menularkan infeksi ke lingkungan dalam waktu lama,” jelas Koko, sapaan akrabnya, Rabu, 11 Februari 2026.

Baca juga: Migrasi Paksa dan Ketidakadilan di Sektor Perikanan Akibat Krisis Iklim

Gejala penyakit leptospirosis sulit dikenali karena menyerupai penyakit infeksi umumnya. Sebagian besar kasus bergejala ringan, seperti demam, sakit kepala, menggigil, dan nyeri otot. Namun, nyeri otot pada leptospirosis memiliki ciri khas, terutama pada otot betis, punggung, dan perut.

Pada gejala yang lebih berat, leptospirosis ditandai tiga kondisi utama, yaitu perdarahan, badan menguning akibat gangguan hati dan gagal ginjal akut yang menyebabkan produksi urin berkurang.

“Akibatnya, racun yang seharusnya dibuang lewat kencing jadi menumpuk di dalam dan meracuni tubuh,” jelas dia.

Penularan bakteri Leptospira interrogans masuk ke tubuh melalui kulit yang terluka maupun mukosa, seperti kelopak mata dan rongga mulut. Bakteri ini dapat bertahan lama di lingkungan lembab dan air tergenang, seperti got, kolam, sungai berarus lambat, dan genangan air lainnya, bahkan hingga berbulan-bulan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bakteri Leptospira InterrogansleptospirosisPenyakit Kencing TikusRumah Sakit Akademik UGM

Editor

Next Post
Ilustrasi musim penghujan. Foto Pexels/pixabay.com.

Potensi Hujan Intensitas Tinggi, Cuaca Libur Idul Fitri 2026 Diprakirakan Kondusif  

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media