Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir Bandang dan Retakan Tanah di Sukabumi Akibat Bibit Siklon dan Gempa

Potensi longsor dan banjir bandang dapat terjadi, mengingat puncak musim hujan di Jawa Barat bagian selatan itu Desember dan Januari di bagian utara.

Sabtu, 7 Desember 2024
A A
Tim BMKG tinjau lokasi retakan tanah di Sukabumi, 6 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.

Tim BMKG tinjau lokasi retakan tanah di Sukabumi, 6 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Nikmati Fenomena Astronomi 2025 dari Parade Planet hingga Hujan Meteor  

Rapat koordinasi ini juga dihadiri Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Kepala BNPB Suharyanto, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, perwakilan Basarnas, BPBD, dan Forkopimda.

Retakan tanah di Sukabumi

BMKG juga turut meninjau lokasi terdampak bencana di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan hasil tinjauan BMKG, fenomena retakan tanah di pemukiman warga setempat cukup parah sehingga menyebabkan masyarakat harus mengungsi.

Menurut Dwikorita, retakan tanah terjadi akibat hujan lebat yang menyebabkan longsor. Berdasarkan data BMKG, dalam 10 hari terakhir terjadi gempa bumi di wilayah Jawa Barat dengan magnitude lemah dan tidak sampai dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Mengapa Satwa Liar Diserahkan pada BBKSDA, Direhabilitasi, Lalu Dilepasliarkan?

“Gempanya dapat menggoyang tebing. Ketika diguyur hujan, dampak lanjutannya akan jadi lebih mudah longsor,” jelas Dwikorita.

Setelah longsor terjadi, materialnya akan menutup lembah-lembah sungai dan membendung air hujan. Namun ketika hujan terjadi terus menerus dengan intensitas lebat, bendungan tidak akan kuat menahan, sehingga jebol dan menjadi banjir bandang.

“Potensi longsor dan banjir bandang masih dapat terjadi selama bulan-bulan ini. Mengingat puncak musim hujan di Jawa Barat itu Desember di bagian selatan dan Januari di bagian utara. Jadi mohon diwaspadai,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir Bandangbibit siklongempa magnitude lemahKabupaten SukabumiKepala BMKG Dwikorita Karnawatiretakan tanahTanah Longsor

Editor

Next Post
Banjir di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Foto Dok. Kementerian PU.

Banjir Langganan di Ambawang Kalbar, Ini Penyebab dan Solusi Versi Kementerian PU dan Komisi V DPR

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media