Kamis, 10 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bantal Bangau Antibakteri dan Tungau Buatan Mahasiswa UGM

Bantal Bangau dibuat mahasiswa UGM untuk mengantisipasi sebaran bakteri dan tungau saat tidur. Apa saja bahan untuk membuatnya?

Jumat, 2 September 2022
A A
Produk bantal antitungau buatan mahasiswa UGM. Foto ugm.ac.id.

Produk bantal antitungau buatan mahasiswa UGM. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Telur Mentah Lebih Baik untuk Tubuh Itu Pandangan Keliru dan Berbahaya

Proses pembuatan Bangau diawali dengan membuat sarung atau pembungkus isian bantal berupa anyaman eceng gondok kering berbentuk lilitan kecil maupun sedang. Anyaman enceng gondok itu direbus dengan ekstrak daun sirih agar tercampur merata pada anyaman. Kemudian dilakukan pengeringan dan penyemprotan kembali ekstrak daun sirih secara merata. Anyaman dimasukkan ke dalam plastik selama 12 jam agar ekstrak daun sirih dapat meresap ke dalam anyaman.

Sabut kelapa digunakan sebagai bahan isian bantal. Agar tekstur sabut kelapa yang kasar bisa menyerupai woll atau benang diperlukan tahapan pengolahan. Meliputi pemutihan, penghalusan, dan pengeringan. Tahap terakhir berupa finishing dengan memasukan serat woll dari sabut kelapa dan limbah biji kapuk randu untuk menambah volume bantal sebelum dilakukan penjahitan.

Baca Juga: Pria Bisa Idap Tumor Payudara, Kandungan Ubur-ubur Diteliti sebagai Obat Kanker Payudara

Produk Bangau dibuat berbentuk segi empat berukuran 35×35 centimeter berwarna coklat dengan nuansa alami dan tradisional. Bantal Bangau tersebut telah dipasarkan menggunakan website dan media sosial, seperti Instagram, Tiktok, dan Facebook. Pemesanan dapat dilakukan konsumen melalui Whatsapp dan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Nantinya, penjualan produk secara offline secara bertahap akan dilakukan dengan membuka home industry produk Bangau. Satu paket produk Bangau yang dijual berupa bantal ditambah cairan spray antibakteri 30 mililiter. Satu paket produk dibanderol seharga Rp115 ribu.

“Kami juga melakukan layanan purna jual kepada konsumen, yaitu layanan reparasi dan atau penggantian produk cacat selama masa garans. Juga ada diskon untuk pelanggan pada hari-hari besar tertentu,” tutur Alda Anisah.

Baca Juga: Dompi, Dompet Anti Copet dari Limbah Pelepah Pisang

Untuk perawatan produk bangau cukup mudah. Silvia Rahmawati menjelaskan, penggunaan produk Bangau tidak perlu dilapisi dengan sarung bantal. Perawatannya cukup dijemur, lalu diberikan spray antibakteri dan diangin-anginkan saja.

“Tidak hanya memiliki fungsi kesehatan, Bangau juga mendukung upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya hayati di Indonesia dan ramah lingkungan,” imbuh Silvia.

Pembuatan produk Bangau yang didanai Kemendikbudristek tahun 2022 lewat Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan itu diharapkan menjadi alternatif pengganti bantal kapuk dan sintetis yang dapat meningkatkan kualitas tidur pengguna. Juga membuat aman dan nyaman karena ada fungsi kesehatan sebagai antibakteri dan tungau. [WLC02]

Sumber: ugm.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: antibakteribahan alamibantalbantal antibakteri dan tungaubantal Bangauenceng gondoksabut kelapaUGM

Editor

Next Post
Pusat gempa Aceh Singkil magnitudo 5 pada Jumat, 2 September 2022, pukul 10.34 WIB. Foto tangkap layar bmkg.go.id.

Awal September 2022, Aceh Singkil hingga Kolaka Digoyang Gempa Dangkal

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media