Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dompi, Dompet Anti Copet dari Limbah Pelepah Pisang

Membawa dompet saat dalam angkot atau keramaian tak lagi was-was, karena ada Dompi, si dompet pintar. Dompet ini dilengkapi alarm yang langsung memberitahu pemiliknya saat berpindah tangan.

Senin, 17 Januari 2022
A A
Dompet pintar buatan mahasiswa UNY. Foto uny.ac.id.

Dompet pintar buatan mahasiswa UNY. Foto uny.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pernah nonton sinetron Preman Pensiun? Aksi pencopetan di dalam angkot sering menyasar dompet dan handphone. Dan tindak kejahatan itu pun masih merajalela di dunia nyata. Dalam angkot, dalam kerumunan, maupun dengan beragam modus lain yang memanfaatkan kelengahan pemiliknya.

Rupanya, aksi copet memantik ide sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk membuat dompet anti copet. Mereka adalah Asni Muslimah dari Prodi Pendidikan Teknik Busana, Annisa Nurfatimah Febrianti dari Prodi Pendidikan Akutansi, Annisa Alimah Ufairoh dari Prodi Pendidikan Fisika, Latifah Nur Khasanah dari Prodi Pendidikan Kimia, dan Atiqotul Maula Al Farihah dari Pendidikan Sosiologi. Pemilik dompet akan segera mengetahui ketika dompetnya sudah berpindah tangan meski dalam jarak 10 meter. Lantaran ada sistem pengaman yang dipasang dalam dompet. Bagaimana cara membuatnya?

Baca Juga: Ingin Berat Badan Ideal dan Sehat? Jangan Tiru Cara Diet Orang Lain

Mereka memberi nama dompet anti copet itu dengan Dompi, alias dompet pintar. Alasannya, biar namanya gampang diingat. Annisa Alimah Ufairoh menjelaskan, teknologi yang digunakan didesain dengan module bluetooth yang bisa disebut sensor jarak. Bahan yang diperlukan adalah Module Bluetooth HC-05, Arduino UNO, PCB, kabel penghubung, kapasitor, buzzer, resistor, baterai lithium, timah soldier, pin charger dan push button.

Sedangkan alat yang dibutuhkan adalah solder, Software IDEA, Aplikasi Arduino dan Bluetooth Simple. Cara merakitnya, bahan dirangkai pada PCB kemudian mengatur kode pemrograman pada aplikasi IDEA dan membungkus sensor dengan kotak agar aman dan terlihat rapi. Sensor yang terdapat pada dompet akan menginformasikan apabila terpisah sejauh 10 meter dari gawai pemiliknya dengan berbunyi seperti sirene.

“Sensor ini terkoneksi dengan gawai melalui bluetooth dan pemilik tinggal melacak keberadaan dompetnya melalui gawai,” kata Annisa sebagaimana dilansir dari laman uny.ac.id, Senin, 17 Januari 2022.

Baca Juga: Hati-hati, Minum Es Teh Jumbo Tak Hanya Bikin Perut Kembung

Uniknya lagi, material dompet bukan dari bahan mahal. Melainkan dari bahan limbah berupa pelepah pisang. Produk tersebut dibuat sekaligus sebagai usaha kreatif pelestarian budaya dan usaha mengangkat budaya lokal. Latifah Nur Khasanah menjelaskan bahwa pembuatan dompet menggunakan pelepah pisang melalui beberapa tahap.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Aksara JawabluetoothcopetdompetDompipelepah pisangUNY

Editor

Next Post
RUU TPKS disetujui sebagai RUU inisiatif DPR RI dalam rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022. Foto dpr.go.id

RUU TPKS Disetujui Jadi Inisiatif DPR RI

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media