Jumat, 11 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bencana Geologi, Gerakan Tanah di Bogor Menelan Banyak Korban

Minggu, 18 September 2022
A A
Dampak gerakan tanah di Bogor, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang pada Rabu, 14 September 2022. Foto Dok BNPB.

Dampak gerakan tanah di Bogor, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang pada Rabu, 14 September 2022. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bencana geologi di Kabupaten Bogor, berupa gerakan tanah terus mengintai wilayah tersebut dan umumnya di wilayah Provinsi Jawa Barat berpotensi gerakan tanah skala menengah hingga tinggi.

Bencana geologi ini berdampak pada kerusakan bangunan rumah warga, juga telah menelan banyak korban jiwa. Upaya mitigasi bencana, gerakan tanah di Bogor terus dilakukan pemerintah setempat dan badan penanggulangan bencana daerah. Secara morfologi, wilayah tersebut rentan mengalami gerakan tanah.

Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan Badan Geologi baik atas peristiwa gerakan tanah di Kabupaten Bogor yang terjadi maupun di lahan yang akan dijadikan areal relokasi.

Baca Juga: Menuju Satu Data Bencana Indonesia

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologoi (PVMBG), Badan Geologi, gerakan tanah kerap terjadi di Kabupaten Bogor.

Penelusuran Wanaloka.com pada Minggu, 18 September 2022, di laman PVMBG-Badan Geologi mencatat kejadian gerakan tanah di Kabupaten Bogor sejak 2011 hinggga 2021 telah menyebabkan 35 orang meninggal dunia, dan berdampak kerusakan ratusan rumah penduduk.

Dalam data peringatan dini gerakan tanah periode September 2022 PVMBG-Badan Geologi, wilayah Provinsi Jawa Barat, berpotensi terjadi gerakan tanah  di seluruh kabupaten dan kota dengan skala menengah hingga tinggi.

Di Kabupaten Bogor, potensi gerakan tanah menyebar di 40 kecamatan dengan skala menengah hingga tinggi.

Baca Juga: Menteri Siti Nurbaya: Tidak Perlu Perdebatan Pemanfaatan Ekonomi di Kawasan Ekosistem Leuser

Peristiwa teranyar, gerakan tanah merusak tujuh rumah penduduk di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang pada Rabu, 14 September 2022. Bencana geologi ini menyebabkan desa terdampak terisolir dan kejadian gerakan tanah ini, memaksa pihak PLN memutuskan aliran listrik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencana geologigerakan tanah di BogorKabupaten BogorKejadian gerakan tanah di Desa Bojong Koneng Kabupaten Bogor Jawa Barat pada 14 September 2022 menambah catatan panjang peristiwa gerakan tanah di Bogor sejak 2011mitigasi bencanaPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Ilustrasi bumi. Foto geralt/pixabay.com.

Masyarakat Sipil Dorong OJK Serius Implementasikan Taksonomi Hijau Demi Energi Terbarukan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media