Sabtu, 3 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Berjemur Membuat Mood Lebih Baik, Mengapa?

Ternyata sinar matahari tak hanya membuat tubuh mencukupi asupan Vitamin D. Namun juga membuat suasana hati lebih baik. Mengapa?

Sabtu, 5 Maret 2022
A A
Ilustrasi berjemur. Foto avi_acl/pixabay.com.

Ilustrasi berjemur. Foto avi_acl/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Saat suasana mendung, kurang paparan sinar matahari, tak jarang kita merasa sendu, galau dan perasaan mendayu-dayu. Sinar matahari seolah memengaruhi suasana hati. Benarkah?

“Betul, karena sinar matahari berpengaruh terhadap zat serotonin dalam tubuh yang menjaga kita dalam suasana hati yang baik dan tetap segar,” kata pakar kesehatan jiwa UGM, dokter Ronny Tri Wirasto.

Paparan sinar matahari akan merangsang otak untuk memproduksi serotonin, yakni zat yang berperan dalam mengatur suasana hati dalam tubuh. Zat ini membantu untuk mengatur perasaan hati, seperti bahagia, sedih, nyaman, cemas, nyeri dan lainnya. Paparan yang cukup akan meningkatkan produksi zat ini dan menjaga suasana hati untuk tetap baik dan rasa segar pada siang hari. Sebaliknya, kandungan zat dalam tubuh rendah bisa memengaruhi suasana hati menjadi tidak nyaman.

Baca Juga: Neti Nurani: Bayi dengan Berat Lahir Rendah Berisiko Kena Diabetes dan Hipertensi

“Kalau suasana hati sedang low, biasanya suka yang redup-redup dan berdiam di kamar. Ini memang mekanisme tubuh saat mood tidak baik. Namun harus dipaksa untuk terpapar matahari agar suasana hati bisa bagus lagi,”papar Ronny.

Saat malam hari, pelepasan zat serotonin akan menurun. Sebab, otak tidak lagi terangsang memproduksi serotonin. Setelahnya, tubuh akan mulai melepas zat melantonin yang memicu rasa mengantuk dan lelah.

“Paparan matahari yang cukup akan memicu peningkatan zat melantonin pada malam hari yang mendorong rasa kantuk dan lelah. Tidur malam menjadi lebih lelap,” tutur Ketua Prodi Pendidikan Spesialis Ilmu Kedokteran Jiwa FKKMK UGM ini.

Baca Juga: Banjir Klaten, BNPB Imbau Warga Waspadai Curah Hujan Hingga Minggu

Hanya saja, sinar matahari menjadi persoalan bagi orang-orang yang tinggal di wilayah sub tropis atau memiliki empat musim. Mengingat sinar matahari menjadi hal langka di wilayah tersebut saat musim dingin. Kondisi ini menjadi tidak menyenangkan bagi orang dengan Seasonal Affective Disorder (SAD), yaitu gangguan suasana perasaan hati terkait musim yang banyak terjadi di negara dengan empat musim dan menguat saat musim dingin.

“Gangguan ini jarang terjadi di negara tropis,” ucap Ronny.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: berjemurmelantoninmoodserotoninsinar mataharisuasana hatiwilayah subtropiswilayah tropis

Editor

Next Post
Pusat gempa Magnitudo 5,6 mengguncang Aceh pada Sabtu, 5 Maret 2022, pukul 19.02 WIB. Foto tangkap layar Inatews.bmkg.go.id.

Gempa Aceh 5,6 Magnitudo, Daryono: Ciri Khas Gempa Megathrust

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media