Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Neti Nurani: Bayi dengan Berat Lahir Rendah Berisiko Kena Diabetes dan Hipertensi

Ganguan metabolisme saat dewasa menjadi risiko bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Ibu yang mengandung perlu asupan nutrisi sehat sejak dini.

Sabtu, 5 Maret 2022
A A
Dokter Neti Nurani. Foto rskiabhaktiibu.com

Dokter Neti Nurani. Foto rskiabhaktiibu.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bayi yang lahir dengan berat lahir rendah berisiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolisme meliputi hipertensi, diabetes tipe I, diabetes tipe II, dan hiperlipidemia saat dewasa. Sebuah studi epidemiologi menunjukkan hubungan antara perubahan epigenetik pada awal kehidupan dan penyakit tidak menular kemudian hari. Penting untuk mengevaluasi pengaruh perubahan epigenetik dan asupan nutrisi sejak dini kehidupan sejak prenatal selama enam bulan pada bayi berat badan lahir rendah.

“Kurang gizi di kehamilan dini berkorelasi dengan berat badan bayi yang ahir rendah dan risiko obesitas pada masa dewasa. Sementara kekurangan gizi pada akhir kehamilan mengurangi toleransi glukosa tahun-tahun berikutnya,” papar mahasiswa S3 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, dokter Neti Nurani dalam  disertasi yang berjudul The Effect Global DNA Methylation Status at Birth and Early Life Nutrition on the growth and Nutrition Status of Low Birth Weight Infant sebagaimana dilansir dari laman ugm.ac.id, Jumat, 4 Maret 2022.

Baca Juga: Jangan Batasi Jumlah Makanan Anak Obesitas, Tapi Ini yang Dilakukan

Penelitiannya meliputi 53 bayi dengan berat lahir rendah dan 41 bayi dengan berat normal serta ibunya di Maternal-Perinatal Instalasi di RSUP Sardjito Yogyakarta dan beberapa RS swasta di DI Yogyakarta pada Januari 2018 sampai Juni 2019. Hasilnya, terdapat perbedaan bermakna status metilasi DNA global pada lahir dengan prematur dan cukup bulan dan bayi berat normal.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bayiberat lahir normalberat lahir rendahdiabetesgangguan metabolismehipertensiNeti Nuraniobesitas

Editor

Next Post
Ilustrasi berjemur. Foto avi_acl/pixabay.com.

Berjemur Membuat Mood Lebih Baik, Mengapa?

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media