Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BMKG, Gempa Susulan di Cianjur akan Melandai Empat Hari Pasca Gempa

Rabu, 23 November 2022
A A
Gempa susulan di Cianjur M3,9 pada 23 November 2022. Foto Akun Twitter DaryonoBMKG.

Gempa susulan di Cianjur M3,9 pada 23 November 2022. Foto Akun Twitter DaryonoBMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hingga hari ke-2 pasca gempa Cianjur, yakni 23 November2022, gempa susulan (afterschocks) masih terjadi. Bahkan kekuatannya mencapai magnitudo 4. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat tetap tenang.

“Intensitas gempa susulan di Cianjur akan semakin melandai dalam waktu empat hari kedepan sejak 22 November,” kata Dwikorita dalam siaran pers BMKG tertanggal 23 November 2022.

Berdasarkan data BMKG, gempa susulan pada 23 November 2022 tercatat 162 gempa per pukul 08.00 dengan magnitudo terbesar 4,2 dan terkecil pada magnitudo 1,2. Data tersebut diperbarui berdasarkan catatan Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono lewat akun Twitter @DaryonoBMKG. Bahwa pada pukul 11.41 kembali terjadi gempa susulan dengan magnitudo 3,9 berkedalaman satu kilometer.

Baca Juga: Pencarian 151 Korban Hilang Gempa Cianjur Fokus di 4 Sektor Ini

“Frekuensi gempa susulan per periode enam jam makin jarang terjadi.semoga segera aman kembali,” tulis Daryono.

Sementara gempa bersifat merusak di Cianjur yang terjadi pada 21 November 2022 pukul 13.21 bermagnitudo 5,6. Gempa itu dirasakan di sejumlah provinsi di Jawa Barat, Banten, juga DKI Jakarta. Pada hari tersebut tercatat ada 62 gempa susulan hingga pukul 19.00 dengan magnitudo terbesar M4,2 dan terkecil M1,5.

Kemudian pada 22 November 2022 juga terjadi 140 gempa susulan per pukul 16.00 dengan frekuensi kejadian terus menurun. Disusul gempa pukul 18.39 bermagnitudo 2,9 dan pukul 19.22 dengan Magnitudo 2,8.

Baca Juga: Ahli Geologi Unpad, Gempa Cianjur Bukan Akibat Sesar Cimandiri Tetapi Sesar Baru

“Gempa-gempa susulan itu sebagian besar tidak dirasakan, tapi bisa dicatat dengan alat. Ada juga beberapa yang dapat dirasakan. InsyaAllah, dalam kurun waku empat hari ke depan, gempa-gempa susulan tersebut sudah reda dan stabil,” papar Dwikorita.

Memasuki puncak musim penghujan, BMKG mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan. Seperti longsor dan banjir bandang yang membawa material-material reruntuhan lereng akibat gempa M5.6. Sementara curah hujan sedang meningkat menuju puncak pada Desember 2022 hingga Januari 2023.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AftershocksBMKGgempa Cianjurgempa susulanKepala BMKG Dwikorita KarnawatiKoordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryonorehabilitasi dan rekonstruksisumber gempa Cianjur

Editor

Next Post
Tim Basarnas saat melakukan pencarian dan penyelamatan korban gempa Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto basarnas.go.id.

Update Data Korban Gempa Cianjur, Distribusi Bantuan Melalui Posko

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media