Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cacar Monyet Masuk ke Indonesia, Laboratorium PCR di Bogor dan Jakarta

Minggu, 21 Agustus 2022
A A
Ilustrasi pasien terkonfirmasi cacar monyet. Foto geralt/pixabay.com.

Ilustrasi pasien terkonfirmasi cacar monyet. Foto geralt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Untuk mengetahui seseorang terpapar cacar monyet adalah melalui pemeriksaan PCR. Namun swab PCR tidak dilakukan melalui hidung dan tenggorokan sebagaimana pasien Covid-19.

“PCR cacar monyet dilakukan dengan swab pada ruam-ruam di tubuh pasien,” terang Syahril.

Namun sejauh ini, baru ada dua laboratorium rujukan pemeriksa cacar monyet di Indonesia, yaitu Pusat Studi Satwa Primata Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB University di Bogor dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes. Proses penambahan 10 laboratorium tengah dilakukan, termasuk di beberapa rumah sakit.

Baca Juga: Wabah PMK, Satgas Atur Zonasi Lalulintas Hewan Ternak dan Produk Turunannya

Kemenkes telah menyiapkan 1.200 reagen. Pemeriksaan PCR dilakukan manakala ada kecurigaan terpapar cacar monyet.

Terapi Pasien 

Tak seperti Covid-19 yang menular melalui droplet di udara, penularan cacar monyet melalui kontak erat. Lantaran itu pula, penularannya tak secepat Covid-19. Gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, tetapi lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala tersebut berlangsung 2-4 pekan.

Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati), sedangkan cacar air tidak.

Baca Juga: Pandemi Belum Berakhir, Ini yang Boleh Melepas dan yang Harus Pakai Masker

Bagi pasien yang terpapar cacar monyet tidak memerlukan ruang isolasi bertekanan negatif sebagaimana pasien Covid-19. Terapi perawatan klinis untuk pasien cacar monyet harus dioptimalkan untuk meringankan gejala, mengelola komplikasi, dan mencegah gejala sisa jangka panjang. Pasien harus diberi cairan obat dan makanan untuk mempertahankan gizi yang memadai.

Infeksi bakteri sekunder harus diobati sesuai indikasi. Antivirus yang dikenal sebagai tecovirimat dikembangkan untuk cacar. Kemudian European Medicines Agency (EMA) melisensi untuk cacar monyet pada 2022 berdasarkan data penelitian pada hewan dan manusia.

Tecovirimat belum tersedia secara luas. Apabila digunakan untuk perawatan pasien, tecovirimat harus dipantau untuk penelitian klinis dengan pengumpulan data prospektif.

Baca Juga: DPR: Pemerintah Harus Infokan Peta Persebaran Kasus Hepatitis Akut

WHO pun belum memberikan rekomendasi vaksinasi massal untuk menghadapapi cacar monyet. Namun ada 2 atau 3 negara yang sudah melakukan vaksinasi. Indonesia juga sedang memproses pengadaannya melalui rekomendasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Kalau pasien tidak ada komorbid dan penyakit pemberat lain, Insya Allah pasien bisa sembuh sendiri,” ucap Syahril. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BPOMcacar monyetCovid-19kelenjar getah beningKemenkeslaboratorium PCRlimfadenopatimonkeypoxPCRruam-ruam

Editor

Next Post
Ilustrasi persahabatan manusia dan monyet. Foto JosieLapczynski/pixabay.com.

Kata Pakar Soal Cacar Monyet, Bisa Sembuh Sendiri Juga Bisa Jadi Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media