Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cara Mengontrol Populasi Kucing, Kastrasi Jantan atau Alat Kontrasepsi Alami?

Cara mengendalikan populasi kucing tidak hanya lewat sterilisasi kucing betina. Melainkan juga melalui jantan. Bagaimana caranya?

Selasa, 1 November 2022
A A
Ilustrasi kucing yang menjalani kastrasi. Foto Kirgiz03/pixabay.com

Ilustrasi kucing yang menjalani kastrasi. Foto Kirgiz03/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Belajar dari Obat Sirop Bermasalah, Begini Cara Bijak Menggunakan Obat

Sementara dengan kontrasepsi makanan, diakui Ragil memang belum banyak diketahui masyarakat umum dan praktisi. Sebab masih dalam tahap pengembangan oleh akademisi serta peneliti.

“Tapi cara ini bisa menjadi angin segar bagi produsen makanan hewan dan masyarakat umum,” kata Ragil.

Baca Juga: Cuaca Hari Ini, Masyarakat Aceh dan Sumut Waspadai Dampak Hujan Lebat

Lantas, apakah bisa masyarakat melakukan stelisasi? Bisa. Bukan tak mungkin. Bahkan sterilasasi dilakukan oleh masyarakat umum secara aman dan mudah diaplikasikan. Ada beberapa persyaratan pakan kontrasepsi bisa diaplikasikan.

Pertama, syarat kakan kontrasepsi. Bahan makanan yang ditambahkan ke makanan tersebut harus aman bagi hewan yang mengkonsumsinya. Syaratnya adalah tidak toksik (beracun), tidak karsinogenik (menyebabkan pertumbuhan jaringan kanker), dan tidak teratogenik (kecacatam pada anak yang dilahirkan).

Baca Juga: Tari Kreasi Tolak Bala Asal Sumbawa Ingatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Salah satu bahan yang telah diteliti hingga kini dan menunjukkan standarisasi yang aman adalah D-Limonene. Bahan itu merupakan bahan alami yang mudah diperoleh peneliti

“D-Limonene masih dikembangkan peneliti sebagai bahan tambahan pakan yaitu. Dosis yang digunakan hanya sedikit saja sesuai dengan takaran pada penelitian,” ungkapnya.

Baca Juga: Dampak Bencana Hidrometeorologi Pemkab Majene Tetapkan Status Siaga

Kedua, berasal dari lime. Ragil mengatakan kandungan D-Limonene dapat ditemukan pada buah, seperti jeruk nipis, jeruk purut, jeruk manis dan berbagai jenis jeruk lainnya. Dengan kadar persentase yang sedikit akan merusak hasil proses reproduksi, baik pada jantan maupun betina. Terjadi lebih dari 50 persen kerusakan sel spermatozoa dan ovum pada proses spermatogenesis dan folikulogenesis.

“Ini merupakan alat kontrasepsi alami,” kata Ragil.

Baca Juga: Makassar Jadi Kota dengan Tingkat Pergeseran Iklim Tertinggi di Indonesia

Ketiga, tak menghilangkan sifat fisiologis. Untuk menjaga kesejahteraan hewan tersebut, pakan kontrasepsi harus tetap menjaga naluri harfiah kucing dalam proses reproduksi secara alami. Penggunaan D-Limonene tidak mengubah sifat fisiologis kucing, baik pada jantan maupun betina. Terutama pada libido yang terjadi, karena kawin merupakan sifat alamiah hewan dari nalurinya.

“Tetap ada libido karena proses hormonal yang terjadi. Tapi produksi spermatozoa dan folikel ovum akan rusak dengan tingkat kegagalan 50 persen dalam proses fertilisasinya,” papar Ragil. [WLC02]

Sumber: Universitas Airlangga

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: animal welfarekastrasi kucingkontrasepsi alamikucingkucing betinakucing jantanpopulasi kucing

Editor

Next Post
Kota Subulussalam di Provinsi Aceh dilanda banjir dampak hujan lebat pada 31 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Banjir Dampak Hujan Lebat di Aceh Terbukti

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media