Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Makassar Jadi Kota dengan Tingkat Pergeseran Iklim Tertinggi di Indonesia

Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim. Bahkan pergeseran iklim yang ekstrem terjadi di kota-kota besar di dunia.

Minggu, 30 Oktober 2022
A A
Ilustrasi dampak pemanasan global. Foto Tumisu/pixabay.com

Ilustrasi dampak pemanasan global. Foto Tumisu/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu dampak perubahan iklim adalah fenomena pergeseran iklim yang tinggi di tingkat lokal. Hasil studi Climate Central bertajuk “365 Days on a Warming Planet” mencatat ada 15 besar kota dunia yang mengalami pergeseran iklim yang tinggi dan terbanyak. Salah satunya Kota Makassar yang menempati posisi ke-4 di benua Asia, yakni rata-rata harian pergeseran iklim mencapai 3,8 hari dalam setahun dengan 279 hari.

Sementara 15 besar kota dunia itu meliputi: Kota Apia di Samoa mencatat pergeseran iklim dalam setahun tertinggi di dunia dengan 331 hari (rata-rata 4,52 hari). Disusul Ngerulmud di Palau dengan 328 hari (rata-rata 4,47 hari), Saint George’s di Grenada dengan 309 hari (rata-rata 4,17 hari), Road Town di British Virgin Islands dengan 302 (rata-rata 4.01 hari), dan Moroni di Comoros dengan 296 hari (rata-rata 4,08 hari). Lalu ada Charlotte Amalies di US Virgin Islands dengan 294 hari (rata-rata 3,93 hari), Fortaleza di Brasil dengan 295 hari (rata-rata 4,05 hari), Palikir di Federasi Serikat Mikronesia dengan 293 hari (rata-rata 3,92 hari), Port-Vila di Vanuatu dengan 287 hari (rata-rata 3,92 hari), dan Kingstown di Saint Vincent and The Grenadines dengan 285 hari (rata-rata 3,89 hari).

Baca Juga: Banjir Lampung Selatan Korban Meninggal Dunia Bertambah

Kemudian General Santos di Filipina dengan 285 hari (rata-rata 3,77 hari), Zamboanga City di Filipina dengan 283 hari (rata-rata 3,86 hari), Male di Maladewa dengan 280 hari (rata-rata 3,65 hari), Makassar dengan 279 hari (rata-rata 3,8 hari), dan Capitol Hill di Northern Mariana Islands dengan 273 hari (rata-rata 3,66 hari).

Di Indonesia, Kota Makassar merupakan salah satu dari 24 kota di Tanah Air yang masuk ke dalam daftar Global Climate Shift Index Scores yang dilaporkan Climate Central. Tiga kota lain yang mencatat pergeseran iklim sebanyak lebih dari 200 hari, yakni Batam dengan 259 hari (rata-rata harian 3,5 hari), Banjarmasin dengan 254 hari (3,52), dan Tasikmalaya dengan 223 hari (3,12).

Baca Juga: Aksi Solidaritas Perempuan Yogyakarta Mengecam Kekerasan di Iran

Sedangkan Jakarta dilaporkan mengalami pergeseran iklim sebanyak 53 hari dalam setahun. Rata-rata harian pergeseran iklimnya mencapai 0,54 hari.

“Mampu mendeteksi perubahan iklim dalam cuaca sehari-hari, di mana pun di dunia, merupakan kemajuan penting dalam ilmu atribusi iklim,” kata Direktur Ilmu Iklim di Climate Central, Doktor Andrew Pershing dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com, 29 Oktober 2022.

Baca Juga: Google Doodle Peringati Setahun Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya Takbenda

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Climate Centralcuaca lokalKota Makassarpergeseran iklimperubahan iklimSkor Indeks Pergeseran Iklim Global

Editor

Next Post
Penampilan tari kreasi Tolak Bala di Sumbawa. Foto dok. BNPB

Tari Kreasi Tolak Bala Asal Sumbawa Ingatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 bertema “Bridging the Landscape: Readiness & Viability in Indonesia’s Net Zero Steel Ecosystem”, 7 Mei 2026. Foto ITB.Teknologi Hidrogen Menuju Ekosistem Baja Rendah Karbon di Indonesia
    In IPTEK
    Jumat, 8 Mei 2026
  • Industri wisata On The Rock di bangun di atas karst Gunungsewu, Gunungkidul, Selasa, 6 Mei 2026. Foto Pito Agustin/wanaloka.com.Walhi Yogya Ingatkan, Sanksi Denda Industri Wisata di KBAK Gunungsewu Tak Membuat Jera
    In News
    Kamis, 7 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media