Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cegah Pencemaran Lingkungan Lewat Edukasi Penanganan Sampah Plastik Sejak Usia Dini

Persoalan sampah menjadi beban masa depan karena minim kesadaran masyarakat untuk mengelolanya. Edukasi sejak usia dini menjadi solusi.

Minggu, 25 Desember 2022
A A
Ilustrasi sampah plastik. Foto RitaE/pixabay.com.

Ilustrasi sampah plastik. Foto RitaE/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Mulai Januari 2023, masyarakat Kota Yogyakarta diajak untuk melakukan Gerakan Zero Sampah Anorganik dengan dilarang membuang sampah anorganik. Sampah-sampah anorganik tersebut harus diolah masyarakat secara mandiri atau melalui bank sampah. Mengingat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Piyungan yang menjadi jujugan sampah-sampah dari Yogyakarta, Sleman, dan Bantul sudah over kapasitas. Gerakan tersebut berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Jogja Nomor 660/6123/SE/2022.

Setidaknya ada empat jenis sampah yang mesti dipilah. Pertama, sampah organik, yakni sampah yang dapat dijadikan pupuk kompos dan pakan ternak, seperti sisa makanan, sisa dapur, tanaman. Kedua, sampah anorganik adalah sampah yang dapat dimanfaatkan kembali atau didaur ulang, seperti kertas, kaleng, gelas, kardus, botol plastik.

Ketiga, sampah residu adalah sampah yang tidak bis didaur ulang, seperti styrofoam, diapers, pembalut, punting rokok, tisu bekas. Keempat, sampah B3 adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), semisal obat, pecahan lampu, masker bekas.

Baca Juga: PT Bukit Asam Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Rehabilitasi Mangrove

Lantas bagaimana agar Gerakan Zero Sampah Anorganik ini bisa menjadi gerakan nasional?

“Apabila keadaan lingkungan sudah tidak baik dan tidak mendukung, dapat dipastikan akan memberikan efek domino yang tidak baik pada keberlangsungan seluruh ekosistem,” kata Ketua Dharma Wanita Pembangunan (DWP) dan Ketua Bidang 1 OASE Kabinet Indonesia Maju, Franka Makarim saat menjadi pembicara pada Webinar Edukasi Penanganan Sampah Plastik pada Anak Usia Dini di Satuan PAUD di Jakarta pada 21 Desember 2022.

Ada beberapa penyebab pencemaran lingkungan. Pertama, pengelolaan sampah yang tidak baik. Kedua, kurangnya pengendalian penggunaan produk. Ketiga, produksi bahan atau media yang berdampak pada pencemaran lingkungan. Keempat, penumpukan sampah tanpa ada tindak lanjut. Kelima, pembiasaan penggunaan plastik sekali pakai secara berlebih yang berimbas buruk terhadap perairan dan tanah.

Baca Juga: Bambang Hero: Belajar Mencegah Kebakaran Hutan dengan Beternak Kambing

Franka menilai Edukasi Penanganan Sampah Plastik (EPSP) menjadi salah satu solusi yang bisa diterapkan dalam pendidikan sejak usia dini untuk membantu mengatasi permasalahan lingkungan. Aktivitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk ditanamkan sedini mungkin pada anak-anak.

“Kepedulian masyarakat sedini mungkin terhadap lingkungan sekitar berkaitan erat dengan proses pembentukan karakter anak usia dini yang peduli dan cinta lingkungan. Nilai tersebut menjadi salah satu capaian yang diharapkan dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila,” papar Franka.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gerakan Zero Sampah AnorganikKemdikbudristekKota YogyakartaPaket Naskah Pengembangan Edukasi Penanganan Sampah PlastikPAUDsampah anorganiksampah B3sampah organiksampah plastiksampah residu

Editor

Next Post
Kawasan Geopark Gunung Sewu yang berada di Gunungkidul, DIY, 8 Desember 2022. Foto wanaloka.com

Geopark Jadi Wisata Geologis yang Unggul, Unik, dan Berkelanjutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media