Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Crab Ball, Teknologi Memanen Kepiting Tanpa Mengganggu Populasi

Pemerintah melarang penangkapan kepiting bakau yang tengah bertelur atau pun kurang dari ukuran yang ditentukan. UNY mengembangkan teknologi untuk memanennya dalam ukuran besar tanpa mengganggu populasi.

Kamis, 5 Mei 2022
A A
Teknologi crab ball untuk memanen kepiting. Foto uny.ac.id.

Teknologi crab ball untuk memanen kepiting. Foto uny.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Penempatan crab ball harus di perairan payau yang dialiri pasang surut air laut. Jika lokasi itu terhambat aliran airnya, maka perlu dilakukan penghilangan hambatan  aliran air sehingga air dapat keluar masuk area budidaya dengan lancar. Sampah yang menumpuk atau lumpur yang menyumbat aliran harus dibersihkan secara rutin. Terhambatnya aliran air di area budidaya dapat menurunkan tingkat oksigen terlarut di kawasan tersebut yang berakibat tingginya kematian kepiting.

Baca Juga: Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Mendesain Lanskap KHDTK Gunung Bromo UNS

Jika jumlah kepiting yang dipelihara cukup banyak, maka ketersediaan oksigen terlarut sangat dibutuhkan. Lancarnya aliran air yang memfasilitasinya pergantian air di lokasi budidaya, juga menjamin pencucian wilayah budidaya. Bahan-bahan pencemar yang berasal dari daerah itu dapat dialirkan keluar dan digantikan dengan air yang segar.

Lurah Tirtohargo Sugiyamto mengisahkan, sebelumnya warga Baros mencari kepiting dengan menggunakan jaring atau jebakan secara tradisional, tetapi hasilnya kurang maksimal karena bersifat musiman.

“Lebih untung dengan budidaya kepiting ini melalui crab ball,” kata Sugiyamto.

Kegiatan yang diinisiasi Karang Taruna Baros telah menghasilkan kepiting dengan jumlah 4 ekor setiap kilogram. Ke depan, Sugiyamto berharap panen kepiting dapat mencapai jumlah 2 atau 1 ekor tiap kilogramnya. [WLC02]

Sumber: uny.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: crustaceaEkosistem mangroveHutan mangroveKemendes PDTTkepitingKepiting bakauPantai Barosteknologi crab ballUNY

Editor

Next Post
Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni. Foto fisip.uns.ac.id.

Ismi Dwi Astuti Nurhaeni: Perspektif Gender Penting dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media