Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Crab Ball, Teknologi Memanen Kepiting Tanpa Mengganggu Populasi

Pemerintah melarang penangkapan kepiting bakau yang tengah bertelur atau pun kurang dari ukuran yang ditentukan. UNY mengembangkan teknologi untuk memanennya dalam ukuran besar tanpa mengganggu populasi.

Kamis, 5 Mei 2022
A A
Teknologi crab ball untuk memanen kepiting. Foto uny.ac.id.

Teknologi crab ball untuk memanen kepiting. Foto uny.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Penempatan crab ball harus di perairan payau yang dialiri pasang surut air laut. Jika lokasi itu terhambat aliran airnya, maka perlu dilakukan penghilangan hambatan  aliran air sehingga air dapat keluar masuk area budidaya dengan lancar. Sampah yang menumpuk atau lumpur yang menyumbat aliran harus dibersihkan secara rutin. Terhambatnya aliran air di area budidaya dapat menurunkan tingkat oksigen terlarut di kawasan tersebut yang berakibat tingginya kematian kepiting.

Baca Juga: Ini yang Perlu Diperhatikan dalam Mendesain Lanskap KHDTK Gunung Bromo UNS

Jika jumlah kepiting yang dipelihara cukup banyak, maka ketersediaan oksigen terlarut sangat dibutuhkan. Lancarnya aliran air yang memfasilitasinya pergantian air di lokasi budidaya, juga menjamin pencucian wilayah budidaya. Bahan-bahan pencemar yang berasal dari daerah itu dapat dialirkan keluar dan digantikan dengan air yang segar.

Lurah Tirtohargo Sugiyamto mengisahkan, sebelumnya warga Baros mencari kepiting dengan menggunakan jaring atau jebakan secara tradisional, tetapi hasilnya kurang maksimal karena bersifat musiman.

“Lebih untung dengan budidaya kepiting ini melalui crab ball,” kata Sugiyamto.

Kegiatan yang diinisiasi Karang Taruna Baros telah menghasilkan kepiting dengan jumlah 4 ekor setiap kilogram. Ke depan, Sugiyamto berharap panen kepiting dapat mencapai jumlah 2 atau 1 ekor tiap kilogramnya. [WLC02]

Sumber: uny.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: crustaceaEkosistem mangroveHutan mangroveKemendes PDTTkepitingKepiting bakauPantai Barosteknologi crab ballUNY

Editor

Next Post
Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni. Foto fisip.uns.ac.id.

Ismi Dwi Astuti Nurhaeni: Perspektif Gender Penting dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media