Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cuaca Ekstrem di Bali, Lima Orang Meninggal Dunia

Senin, 10 Oktober 2022
A A
Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Cuaca ekstrem di Bali, tim SAR mengevakuasi kendaraan roda empat yang tertimbun longsor di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Hujan lebat terjadi sampai dengan 6.30 WITA, hampir merata di seluruh wilayah Bali,” ungkap Rentin.

Dampak cuaca esktrem di Bali menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor, pohon tumbang, jalan amblas dan banjir yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di Bali. Banjir dengan ketinggian 60 hingga 100 sentimeter terjadi di Kelurahan Legian, Kota Denpasar dan Kelurahan Seminyak di Kabupaten Badung.

“Banjir di Seminyak, 23 WNA dan 10 wisatawan domestik terpaksa dievakuasi setelah penginapan mereka terkepung banjir,” kata Muhari.

Muhari menegaskan, kondisi saat ini banjir telah surut dan aktivitas masyarakat kembali normal seperti sedia kala. Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan bantuan pasca-bencana berupa santunan kematian senilai Rp15 juta perorang dan biaya perawatan di rumah sakit masing-masing Rp10 juta untuk tiap orang.

Baca Juga: Mendaki Gunung yang Netral Karbon, Apakah Itu?

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan di sebagian wilayah 32 provinsi berpotensi terjadi cuaca ekstrem dalam periode tanggal 9 hingga tanggal 15 Oktober 2022. BMKG memprediksikan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang teradi di Provinsi, Aceh, Sumut, Kep. Riau, Riau, Kep. Babel, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB, Kalbar, Kaltim, Kalut, Kalteng, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Sulteng, Malut, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Baca Juga: BIN Ingatkan, Bencana Alam Dapat Mengancam Keamanan Negara

Menyikapi potensi cuaca ekstrem tersebut, Muhari mengatakan, Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB mengeluarkan imbauan, meningkatkan koordinasi BMKG di seluruh daerah agar tetap memberikan informasi dini cuaca. Berikutnya kepada pemangku kebijakan daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewasapadaan. Selanjutnya peningkatan koordinasi antar kementerian/lembaga yang ada di daerah guna memupuk sinergitas bersama dalam penanggulangan bencana.

“Mengaktifkan tim siaga hingga menyiapkan dan mengelola sumber daya manusia, logistik dan peralatan serta pusdalops daerah juga menjadi penting agar komponen yang telah terbentuk lebih siap sebelum terjadi bencana,” kata Muhari.

Apabila diperlukan, menurut Muhari, pemerintah daerah dapat menetapkan status siaga dan tanggap darurat serta membentuk pos komando. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir dan Longsor BaliBencana HidrometeorologiBMKGBNPBCuaca Ekstrem BaliProvinsi Bali

Editor

Next Post
Dampak cuaca ekstrem menyebabkan jalan amblas di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

BNPB Serukan Mitigasi Potensi Bencana Dampak Cuaca Ekstrem

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media