Senin, 5 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

BNPB Serukan Mitigasi Potensi Bencana Dampak Cuaca Ekstrem

Senin, 10 Oktober 2022
A A
Dampak cuaca ekstrem menyebabkan jalan amblas di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Dampak cuaca ekstrem menyebabkan jalan amblas di Provinsi Bali. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com –Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB menyerukan kepada pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana dampak cuaca ekstrem. Sejumlah wilayah di Indonesia beberapa hari terakhir dilanda musibah banjir dan longsor dampak cuaca ekstrem. Di Bali, lima orang meninggal dunia dampak cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem terhitung mulai tanggal 9 sampai 15 Oktober 2022. Menurut BMKG, dalam sepekan ke depan wilayah Indonesia akan berpotensi mengalami gejala fenomena alam seperti gelombang tinggi, angin kencang, angin putih beliung, hujan deras dan yang dapat disertai petir.

Fenomena itu dapat berdampak pada kejadian bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang dan sebagainya.

BMKG merinci, setidaknya ada delapan provinsi yang masuk pada kategori siaga potensi cuaca ekstrm yang meliputi Aceh, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Bali, Lima Orang Meninggal Dunia

Merespons peringatan cuaca ekstrem dari BMKG, Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB mengeluarkan imbauan, peningkatan koordinasi BMKG di seluruh daerah agar tetap memberikan informasi dini cuaca. Kepada pemangku kebijakan daerah dan masyarakat agar meningkatkan kewasapadaan. Peningkatan koordinasi antar kementerian/lembaga yang ada di daerah guna memupuk sinergitas bersama dalam penanggulangan bencana.

Imbau lainnya, penataan lingkungan untuk pencegahan jangka panjang. Khusus untuk mencegah pohon tumbang karena angin, maka pemangkasan cabang dan ranting harus dilakukan secara berkala. Sosialisasi dan imbauan baik kepada instansi terkait maupun masyarakat agar dilakukan. Sebab penanggulagan bencana adalah urusan bersama.

“Apabila ada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai maupun di bawah lereng atau tebing agar dievakuasi sementara jika terjadi hujan dalam durasi lebih dari dua jam,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada Senin, 10 Oktober 2022.

Menurut Muhari, adapun mengaktifkan tim siaga hingga menyiapkan dan mengelola sumber daya manusia, logistik dan peralatan serta Pusdalops daerah juga menjadi penting agar komponen yang telah terbentuk lebih siap sebelum terjadi bencana.

Baca Juga: Dampak Hujan Lebat, Warga Hilang Terseret Banjir hingga Amblasnya Jalur Kereta Api

“Apabila diperlukan, maka pemerintah di daerah dapat menetapkan status tanggap darurat dan membentuk pos komando. Selain itu perbarui informasi prakiraan cuaca dan penanggulangan bencana melalui instansi terkait seperti BMKG, BNPB, BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan lintas instansi terkait lainnya,” imbuh Muhari.

Cuaca Ekstrem di Wonosobo

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGBNPBCuaca EkstremDampak Cuaca Ekstremhujan lebatKabupaten Wonosobo

Editor

Next Post
Ilustrasi pengecekan kadar gula. Foto stevepb/pixabay.com

Tips Kontrol Asupan Gula, Rajin Cek Label Kemasan Pangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media