Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Deforestasi Penyebab Utama Konflik Ular Piton dengan Manusia

Yang terjadi sebenarnya bukan satwa yang masuk kampung dan perkebunan serta aktivitas anthropogenic lainnya. Tapi kampung dan manusialah yang semakin intensif  masuk hutan.

Kamis, 7 Agustus 2025
A A
Ular piton. Foto nature_with_eshan/pixabay.com.

Ular piton. Foto nature_with_eshan/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Dampaknya, populasi mangsa alami piton, seperti babi hutan (Sus sp.), rusa (Cervidae), kijang (Muntiacus muntjak), dan beberapa jenis primata, semakin berkurang. Kondisi ini memaksa piton mencari mangsa alternatif ke kebun dan permukiman masyarakat, mulai dari ayam, kambing, sapi. Bahkan dalam kasus ekstrem adalah memangsa manusia.

Perlu mitigasi segera

Haris menjelaskan karakteristik piton memang sebagai predator oportunis. Piton hanya memangsa hewan hidup. Ia menyergap mangsanya, melilit, mematahkan tulang mangsa, lalu menelannya utuh.

Baca juga: Kemenhut Klaim Pembangunan Fasilitas Wisata TN Komodo di Zona Pemanfaatan

Dengan sifat adaptif yang dimiliki, memungkinkan piton hidup di hutan primer, sekunder, hingga sekitar saluran air di perkotaan. Langkah mitigasi perlu segera dilakukan.

“Solusi jangka pendek harus dilakukan melalui zonasi risiko dan edukasi warga. Yang lebih penting adalah menjaga habitatnya seperti hutan primer, hutan sekunder, kawasan karst, dan hutan riparian (hutan yang berbatasan langsung dengan badan air),” papar dia.

Selain itu, perlu ada sistem peta konflik manusia-satwa liar, khususnya permukiman dan aktivitas manusia di pinggiran hutan. Zona merah bisa ditetapkan sebagai langkah mitigasi berbasis data GPS dari kejadian sebelumnya.

“Edukasi juga penting. Banyak kasus terjadi karena masyarakat tidak tahu cara mengenali piton atau langkah evakuasi saat berhadapan dengan ular,” ucap dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: DeforestasiIPB Universitykonflik dengan manusiaular piton

Editor

Next Post
Mempawah Mangrove Park (MMP), Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Foto Yunaidi Joepoet/WWF Indonesia.

Dalam 40 Tahun, Satu Juta Hektare Lahan Mangrove Hilang Akibat Alih Fungsi Lahan

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media