Selasa, 21 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Didik S. Setyadi: Akar Masalah Konflik Rusia-Ukraina adalah Soal Minyak

Minyak disebut sebagai akar masalah dari perang Rusia-Ukraina. Mengingat Rusia adalah salah satu produsen minyak mentah terbesar dunia.

Senin, 7 Maret 2022
A A
Didik S. Setyadi. Foto unair.ac.id.

Didik S. Setyadi. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia menjelaskan ada peraturan baru dari Rusia melarang jalur pendistribusian migas ke Eropa melalui wilayah Ukraina. Kondisi ini membuat Ukraina khawatir, karena salah satu pemasukan Ukraina dari jalur pendistribusian migas menjadi berkurang.

Baca Juga: Berjemur Membuat Mood Lebih Baik, Mengapa?

Di sisi lain, ada persoalan sosiologis di dalam internal Ukraina. Orang-orang Ukraina bagian timur merasa lebih dekat secara sosiologis dan kultural dengan orang-orang Rusia. Sementara yang di bagian barat merasa lebih dekat dengan kultur orang-orang Eropa Barat. Dengan demikian, potensi perpecahan secara budaya antara orang Ukraina Timur dengan Ukraina Barat sudah ada.

“Apabila ada trigger sedikit saja, perbedaan itu lebih mudah membara,” tambah Didik.

Dengan demikian, konflik Rusia-Ukraina mempengaruhi kondisi perdagangan minyak mentah dunia, karena Rusia merupakan salah satu negara produsen migas terbesar di dunia. Indonesia diklaim tidak menghadapi risiko apa pun terhadap konflik Rusia-Ukraina.

“Namun Indonesia tetap menjadi salah satu negara yang terdampak,” tukas Didik. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: konflik Rusia-Ukrainaminyak mentahperang Rusia-Ukrainaprodusen minyakUni Soviet

Editor

Next Post
Sesar baru yang diidentifikasi BMKG. Foto bmkg.go.id.

BMKG Identifikasi Sesar Baru Pascagempa Pasaman Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media