Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Didik S. Setyadi: Akar Masalah Konflik Rusia-Ukraina adalah Soal Minyak

Minyak disebut sebagai akar masalah dari perang Rusia-Ukraina. Mengingat Rusia adalah salah satu produsen minyak mentah terbesar dunia.

Senin, 7 Maret 2022
A A
Didik S. Setyadi. Foto unair.ac.id.

Didik S. Setyadi. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia menjelaskan ada peraturan baru dari Rusia melarang jalur pendistribusian migas ke Eropa melalui wilayah Ukraina. Kondisi ini membuat Ukraina khawatir, karena salah satu pemasukan Ukraina dari jalur pendistribusian migas menjadi berkurang.

Baca Juga: Berjemur Membuat Mood Lebih Baik, Mengapa?

Di sisi lain, ada persoalan sosiologis di dalam internal Ukraina. Orang-orang Ukraina bagian timur merasa lebih dekat secara sosiologis dan kultural dengan orang-orang Rusia. Sementara yang di bagian barat merasa lebih dekat dengan kultur orang-orang Eropa Barat. Dengan demikian, potensi perpecahan secara budaya antara orang Ukraina Timur dengan Ukraina Barat sudah ada.

“Apabila ada trigger sedikit saja, perbedaan itu lebih mudah membara,” tambah Didik.

Dengan demikian, konflik Rusia-Ukraina mempengaruhi kondisi perdagangan minyak mentah dunia, karena Rusia merupakan salah satu negara produsen migas terbesar di dunia. Indonesia diklaim tidak menghadapi risiko apa pun terhadap konflik Rusia-Ukraina.

“Namun Indonesia tetap menjadi salah satu negara yang terdampak,” tukas Didik. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: konflik Rusia-Ukrainaminyak mentahperang Rusia-Ukrainaprodusen minyakUni Soviet

Editor

Next Post
Sesar baru yang diidentifikasi BMKG. Foto bmkg.go.id.

BMKG Identifikasi Sesar Baru Pascagempa Pasaman Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media