Selasa, 20 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hati-hati, Minum Es Teh Jumbo Tak Hanya Bikin Perut Kembung

Kebanyakan minum es teh manis tak hanya bikin perut kembung, melainkan ada risiko kesehatan lainnya. Apa saja itu?

Selasa, 11 Januari 2022
A A
Ilustrasi es teh. Foto javallma/pixabay.com.

Ilustrasi es teh. Foto javallma/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Minum es teh manis saat cuaca panas tentu menyegarkan. Tapi kalau yang diminum es teh manis dalam plastik porsi jumbo seperti dalam tayangan Tik Tok video klip Noah “Yang Terdalam” versi parodi, tak hanya hanya bikin perut kembung. Melainkan ada ancaman risiko kesehatan lainnya. Apa saja risikonya?

“Kandungan tanin dan polifenol dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi pada makanan. Akibatnya, meningkatkan risiko anemia,” kata ahli gizi Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Asyari Mia Lestari yang dilansir dari laman uns.ac.id, Senin, 10 Januari 2022.

Sedangkan satu bungkus es teh jumbo diperkirakan Mia berisi 2-3 liter yang mengandung 12-18 sendok makan gula atau setara 120-180 gram. Takaran tersebut dinilai melebihi ajuran asupan gula yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Padahal batasan konsumsi gula tidak boleh lebih dari 50 gram atau setara empat sendok makan sehari.

“Jadi es teh jumbo itu dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit diabetes melitus karena kandungan gula yang tinggi,” imbuh Mia.

Baca Juga: Ekstrak Lengkuas, Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah yang Ramah Lingkungan

Agar risiko obesitas dan diabetes melitus tidak meningkat, ia merekomendasikan campuran bahan tambahan pangan (BTP) sebagai pemanis dalam es teh jumbo. Namun tidak semua BTP bisa dicampurkan ke dalam es teh jumbo. Lantaran BTP terdiri dari pemanis alami dan buatan yang tidak bisa dikonsumsi sebagian orang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anemiaAsyari Mia Lestaridiabetes milituses tehgulajumboobesitasPedoman Gizi SeimbangRumah Sakit Universitas Sebelas Maret

Editor

Next Post
Ilustrasi pertambangan. Foto keesstes/pixabay.com.

Jokowi Cabut Izin Tambang, Jatam: Perusahaan Penyebab Kejahatan Lingkungan Tak Tersentuh

Discussion about this post

TERKINI

  • Pembersihan fasilitas layanan kesehatan di Aceh pascabencana. Foto Dok. Kementerian PU.Komisi II DPR Minta Rekonstruksi Fasilitas Publik Pascabencana Sumatera Tuntas Dua Tahun
    In News
    Selasa, 20 Januari 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Jalan Menyelamatkan Alam Sumatra Lewat Penegakan Hukum Adil dan Menyeluruh
    In Lingkungan
    Senin, 19 Januari 2026
  • Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.Pembangunan Pariwisata di Gunungkidul Ancam Ruang Hidup Kawasan Karst Gunung Sewu
    In News
    Senin, 19 Januari 2026
  • Ilustrasi gajah tua dengan sepasang gading yang utuh. Foto HFGVDCSS/pixabay.com.Gajah Kenya Mati Tinggalkan Gading Utuh, Bukti Hidup dalam Habitat Aman
    In Lingkungan
    Senin, 19 Januari 2026
  • Rapat pleno untuk mendengarkan penjelasan pengusul dari Fraksi PAN terkait RUU tentang Pengelolaan Perubahan Iklim di Gedung DPR RI, Jakarta, 15 Januari 2026. Foto Geral-Andri/DPR.Legislator Usulkan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Atur Perdagangan Karbon
    In News
    Minggu, 18 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media