Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dompi, Dompet Anti Copet dari Limbah Pelepah Pisang

Membawa dompet saat dalam angkot atau keramaian tak lagi was-was, karena ada Dompi, si dompet pintar. Dompet ini dilengkapi alarm yang langsung memberitahu pemiliknya saat berpindah tangan.

Senin, 17 Januari 2022
A A
Dompet pintar buatan mahasiswa UNY. Foto uny.ac.id.

Dompet pintar buatan mahasiswa UNY. Foto uny.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Batang pisang yang sudah ditebang, dipotong 1-2 meter atau sesuai selera. Namun sebaiknya, panjangnya sama dan tidak terlalau pendek untuk memudahkan penjemuran dan penyimpanan di gudang. Setelah pelepah pisang kering, lalu disetrika agar halus, rata, dan rapi serta disimpan dengan cara digulung, ditumpuk, ataupun digantung.

Untuk memroses batang pisang basah yang baru ditebang sampai menjadi bahan baku siap pakai dibutuhkan waktu satu pekan hingga pelepah pisang benar-benar kering. Pengeringan yang tergesa-gesa dengan menggunakan sinar matahari penuh, justru membuat gedebog pisang menjadi getas, gampang robek, rapuh atau berwarna kusam. Selanjutnya disimpan di tempat yang kering atau tidak lembab supaya gedebog tidak berjamur. Kemudian pelepah pisang ditenun menggunakan alat bukan mesin dengan cara menyilangkan benang pakan dan benang lungsin secara bergantian terus menerus sehingga menjadi helaian sebuah kain. Pelepah pisang siap digunakan.

Baca Juga: Ekstrak Lengkuas, Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah yang Ramah Lingkungan

Dompi juga diberi hiasan dengan corak huruf aksara Jawa. Tujuannya untuk memperkenalkan budaya bangsa sekaligus meningkatkan pengetahuan akan aksara Jawa.

“Kan eksistensi aksara Jawa semakin pudar,” kata Annisa Nurfatimah Febrianti.

Selain itu juga ada tambahan motif sains untuk menarik perhatian para saintis dan memberi edukasi terhadap masyarakat. Sekaligus menambah nilai keunikan dari dompet yang diinovasikan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Aksara JawabluetoothcopetdompetDompipelepah pisangUNY

Editor

Next Post
RUU TPKS disetujui sebagai RUU inisiatif DPR RI dalam rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022. Foto dpr.go.id

RUU TPKS Disetujui Jadi Inisiatif DPR RI

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media