Senin, 17 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dompi, Dompet Anti Copet dari Limbah Pelepah Pisang

Membawa dompet saat dalam angkot atau keramaian tak lagi was-was, karena ada Dompi, si dompet pintar. Dompet ini dilengkapi alarm yang langsung memberitahu pemiliknya saat berpindah tangan.

Senin, 17 Januari 2022
A A
Dompet pintar buatan mahasiswa UNY. Foto uny.ac.id.

Dompet pintar buatan mahasiswa UNY. Foto uny.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Batang pisang yang sudah ditebang, dipotong 1-2 meter atau sesuai selera. Namun sebaiknya, panjangnya sama dan tidak terlalau pendek untuk memudahkan penjemuran dan penyimpanan di gudang. Setelah pelepah pisang kering, lalu disetrika agar halus, rata, dan rapi serta disimpan dengan cara digulung, ditumpuk, ataupun digantung.

Untuk memroses batang pisang basah yang baru ditebang sampai menjadi bahan baku siap pakai dibutuhkan waktu satu pekan hingga pelepah pisang benar-benar kering. Pengeringan yang tergesa-gesa dengan menggunakan sinar matahari penuh, justru membuat gedebog pisang menjadi getas, gampang robek, rapuh atau berwarna kusam. Selanjutnya disimpan di tempat yang kering atau tidak lembab supaya gedebog tidak berjamur. Kemudian pelepah pisang ditenun menggunakan alat bukan mesin dengan cara menyilangkan benang pakan dan benang lungsin secara bergantian terus menerus sehingga menjadi helaian sebuah kain. Pelepah pisang siap digunakan.

Baca Juga: Ekstrak Lengkuas, Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah yang Ramah Lingkungan

Dompi juga diberi hiasan dengan corak huruf aksara Jawa. Tujuannya untuk memperkenalkan budaya bangsa sekaligus meningkatkan pengetahuan akan aksara Jawa.

“Kan eksistensi aksara Jawa semakin pudar,” kata Annisa Nurfatimah Febrianti.

Selain itu juga ada tambahan motif sains untuk menarik perhatian para saintis dan memberi edukasi terhadap masyarakat. Sekaligus menambah nilai keunikan dari dompet yang diinovasikan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Aksara JawabluetoothcopetdompetDompipelepah pisangUNY

Editor

Next Post
RUU TPKS disetujui sebagai RUU inisiatif DPR RI dalam rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022. Foto dpr.go.id

RUU TPKS Disetujui Jadi Inisiatif DPR RI

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media