Senin, 21 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

DPR: Pemerintah Harus Infokan Peta Persebaran Kasus Hepatitis Akut

Senin, 9 Mei 2022
A A
Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani . Foto dpr.go.id.

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Netty Prasetiyani . Foto dpr.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Menkes: Cek SGPT dan SGTO

Sementara Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan jajarannya telah melakukan penelitian dan koordinasi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat dan Inggris. Dalam koordinasi itu disimpulkan penyebab penyakit hepatitis akut belum dapat dipastikan.

“Kemungkinan besar adalah Adenovirus 41. Tapi banyak juga kasus yang tidak ada Adenovirus 41 ini. Jadi kami masih melakukan penelitian bersama-sama dengan Inggris dan Amerika untuk memastikan penyebabnya apa,” jelas Budi dalam konferensi pers usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, 9 Mei 2022.

Untuk mencegah bertambahnya kasus hepatitis akut, Budi mendorong masyarakat rajin mencuci tangan karena penularan virus tersebut berasal dari asupan makanan lewat mulut. Apabila muncul gejala lain, seperti demam, Budi menganjurkan untuk segera dilakukan pemeriksaan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) dan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) di rumah sakit. Untuk kondisi normal SGPT dan SGTO di level 30-an.

“Kalau sudah di atas 100, lebih baik di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat,” imbuh Budi. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12

Editor

Next Post
Ilustrasi suhu panas terik. Foto BMKG

Ini Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas Terik yang Terjadi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media