Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas Terik yang Terjadi

Senin, 9 Mei 2022
A A
Ilustrasi suhu panas terik. Foto BMKG

Ilustrasi suhu panas terik. Foto BMKG

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Suhu panas terik melanda sejumlah wilayah Indonesia hingga 36 derajat Celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskasn, suhu panas terik yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah tersebut bukan disebabkan oleh gelombang panas.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto menyebutkan, berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur selama periode tanggal 1–7 Mei 2022 berkisar antara 33 hingga 36.1 derajat Celsius, dengan suhu maksimum tertinggi hingga 36.1 derajat Celsius terjadi di wilayah Tangerang, Provinsi Banten, dan Kalimarau, Provinsi Kalimantan Utara.

“Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38.8 derajat Celsius di Palembang pada tahun 2019, sedangkan di bulan Mei 2018 sekitar 38.8 derajat Celsius di Temindung, Samarinda,” ujar Guswanto dalam siaran persnya, Minggu, 8 Mei 2022.

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Puasa Bagi Kesehatan yang Anda Rasakan?

Dijelaskannya, fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut dipicu oleh posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau, dimana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGsuhu panas terikWMO

Editor

Next Post
Prof. Dwi Prasetyo. Foto unpad.ac.id.

Dwi Prasetyo: Mengapa Hepatitis Akut Masih Misterius?

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media