Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ecoton dan Aktivis Lingkungan Demo Konjen Jepang, Stop Kirim Sampah Plastik ke Indonesia

Jumat, 5 April 2024
A A
Contoh kandungan cemaran mikroplastik dari air sungai. Foto dok.Ecoton

Contoh kandungan cemaran mikroplastik dari air sungai. Foto dok.Ecoton

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Aktivis lingkungan menggelar aksi di depan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Jawa Timur. Para aktivis lingkungan yang tergabung dalam aksi Aktivis Kolaboratif dari Ecoton merupakan gabungan mahasiswa Universitas Brawijaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya, menolak pengiriman sampah plastik Jepang.

Aksi digelar para aktivis lingkungan dalam teatrikal di depan pintu gerbang Konjen Jepang di Kota Surabaya, pada Kamis, 4 April 2024. Dalam aksi itu, aktivis lingkungan muda membawa tumpukan sampah plastik impor dari Jepang, sebagai bentuk protes atas masuknya sampah dari negeri Sakura itu.

Jepang menjadi negara eksportir sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Jerman. Aksi yang digelar bertujuan, mendesak pemerintah Jepang agar menghentikan pengiriman sampah plastik ke Indonesia.

Baca Juga: Daniel Tangkilisan Divonis 7 Bulan, Koalisi Lingkungan: Ini Bentuk Pembungkaman

Koordinator Aksi kolaboratif, Alaika Rahmatullah menyatakan, sampah plastik ini masuk melalui penyelundupan pada aktivitas impor kertas. Berdasarkan data dari UN Comtrade mulai dari tahun 2020 sampai 2023, Jepang telah mengirimkan sampah plastik ke Indonesia dengan rata-rata 1,5 juta kilogram perbulannya.

Temuan sampah impor ini juga terdapat di kecamatan Pagak Kabupaten Malang dan di 2 desa Kabupaten Sidoarjo yang dijadikan dumpsite sampah, yaitu desa Gedangrowo dan desa Bangun.

“Pengiriman sampah plastik ke negara-negara berkembang seperti Indonesia ini tidak hanya merupakan tindakan tidak etis, tetapi juga menciptakan dampak serius bagi ekosistem sungai dan kesehatan,” ujar Alaika, Divisi Edukasi Ecoton.

Baca Juga: Nelayan Kumpulkan 171,78 Ton Sampah Laut Sejak Juli-Agustus 2023

Investigasi Ecoton mengungkap, masuknya sampah ini melalui aktivitas impor kebutuhan bahan baku kertas bekas di Jawa Timur. Impor tersebut ternyata disusupi sampah plastik dan sampah rumah tangga dengan persentase sebesar 30 persen.

Data dari UN Comtrade terkait Paper Waste Exporters to Indonesia 2022, Jepang mengirimkan 235.203 ton sampah kertas ke Indonesia. Jepang menjadi salah satu dari enam negara pengirim sampah kertas terbesar di Indonesia.

Data Statista mengungkapkan Jepang telah mengirimkan 12,46 juta kilogram sampah plastik sepanjang tahun 2023. Jumlah ini dinilai mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 10,67 juta kilogram sampah plastik.

Baca Juga: Permasalahan Sampah di Yogyakarta, Sultan Perintahkan Sleman Kelola Sampah Secara Mandiri

Ekspor sampah plastik Jepang Tahun 2020 mencapai 26.718.625 kg atau sebanyak 1.214 kontainer ukuran 40 feet. Sampah plastik 391530 harus dilarang untuk diperdagangkan karena merupakan plastik PVC yang bisa melepas dioksin saat dipanaskan atau dibakar.

Sampah plastik 391590 juga harus dilarang karena merupakan plastik campur yang tinggi kontaminasi dan mengandung PVC tidak dapat didaur ulang

Pencemaran Sungai di Jawa Timur

Sampah plastik impor ini membawa dampak buruk bagi lingkungan, dengan ancaman kontaminasi mikroplastik dan racun pengganggu hormone di sungai Indonesia, khususnya di Sungai Brantas yang menjadi sumber air baku PDAM di Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivis lingkunganEcotonkontaminasi mikroplastikmikroplastikpencemaran sungaisampah plastik

Editor

Next Post
Tumpukan material kayu yang terbawa dalam bencana banjir bandang Agam, Sumatera Barat. Foto BPBD Kabupaten Agam.

Bencana Pekan Ini, Banjir Bandang Landa Agam hingga Teluk Bintuni

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media