Minggu, 18 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ekstrak Lengkuas, Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah yang Ramah Lingkungan

Membasmi larva nyamuk adalah cara efektif mencegah penyakit demam berdarah dengue. Sedangkan pembasmian larva yang ramah lingkungan adalah dengan ekstrak lengkuas.

Senin, 10 Januari 2022
A A
Lengkuas. Foto informasi212.blogspot.co.id.

Lengkuas. Foto informasi212.blogspot.co.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Upaya paling efektif untuk memutus mata rantai penularan demam berdarah dengue (DBD) adalah dengan membasmi larva nyamuk Aedes aegypti. Larva merupakan salah satu siklus perkembangbiakan nyamuk saat di dalam air.

Hanya saja, pembasmian larva menggunakan larvasida dari senyawa sintetis yang biasa dipakai, seperti Dichloro Diphenyil Trichloroethane (DDT), etilheksanol, temefos, justru membahayakan lingkungan. Apabila digunakan dalam konsentrasi tinggi.

Namun jangan khawatir, karena ada bahan dapur yang bisa menjadi penggantinya dan lebih ramah lingkungan.

“Pakai ekstrak rimpang lengkuas. Kandungan bioreduktor di dalamnya untuk membasmi nyamuk,” kata mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) Yasinta Dwi Salsabila dalam laman uny.ac.id, Kamis, 6 Januari 2022.

Baca Juga: Anda Kena Asma, Periksakan Juga Keluarga Kandung, Inilah Alasannya

Dia bersama mahasiswa MIPA lainnya, yakni Mia Luvita Sari dari Prodi Pendidikan Kimia, Intan Tri Wahyuni dari Prodi Pendidikan Biologi, Intan Damayanti dari Prodi Fisika, dan Mifta Fajarwati dari Prodi Kimia sedang meneliti khasiat lengkuas tersebut.

Lengkuas adalah herbal rhizomatous yang tumbuh kokoh dengan membentuk rumpun besar dan tinggi mencapai tiga meter. Di dalamnya terdapat senyawa aktif berupa saponin, terpenoid, fenolat, flavonoid, karbohidrat, alkaloid, glikosida, fitosterol dan minyak atsiri. Kandungan flavonoid lengkuas memiliki nilai konsentrasi dapat membunuh 50 persen larva Aedes aegypti atau memiliki nilai LC 50 < 50 ppm, yaitu 29,8 ppm.

Baca Juga: Sepeda Listrik Inobike, Dua Jam Isi Daya Bisa Melaju 40 Kilometer

Mia menambahkan larvasida nabati berasal dari bahan alam yang beracun bagi serangga, tetapi tidak berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Larvasida alami dapat ditemukan pada tumbuhan yang mengandung senyawa aktif seperti golongan sianida, saponin, tannin, flavonoid, alkaloid, steroid, dan minyak atsiri.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: demam berdarah dengueFakultas MIPA UNYKonservasi lingkunganlarvalarvasidalengkuasnyamuk Aedes aegypti

Editor

Next Post
Ilustrasi es teh. Foto javallma/pixabay.com.

Hati-hati, Minum Es Teh Jumbo Tak Hanya Bikin Perut Kembung

Discussion about this post

TERKINI

  • Rapat pleno untuk mendengarkan penjelasan pengusul dari Fraksi PAN terkait RUU tentang Pengelolaan Perubahan Iklim di Gedung DPR RI, Jakarta, 15 Januari 2026. Foto Geral-Andri/DPR.Legislator Usulkan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim Atur Perdagangan Karbon
    In News
    Minggu, 18 Januari 2026
  • Ilustrasi koruptor sumber daya alam. Foto Robert_Anthony_Art/pixabay.com.Walhi Ingatkan Pilkada Tak Langsung Rawan Korupsi Sumber Daya Alam
    In News
    Minggu, 18 Januari 2026
  • Sinkhole di lahan warga di Dusun Kandri, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Foto desapucung.gunungkidulkab.go.id.Rekayasa Geoteknik Cegah Sinkhole yang Sering Terjadi di Kawasan Karst
    In IPTEK
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Ilustrasi interaksi kucing dengan manusia. Foto vaclavzavada/pixabay.com.Kucing Tak Akibatkan Infertilitas Manusia, Justru Makanan Jadi Sumber Utama
    In Rehat
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.idIndonesia Peringkat Kedua Rawan Bencana, Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Sumatra
    In Lingkungan
    Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media