Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ekstrak Lengkuas, Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah yang Ramah Lingkungan

Membasmi larva nyamuk adalah cara efektif mencegah penyakit demam berdarah dengue. Sedangkan pembasmian larva yang ramah lingkungan adalah dengan ekstrak lengkuas.

Senin, 10 Januari 2022
A A
Lengkuas. Foto informasi212.blogspot.co.id.

Lengkuas. Foto informasi212.blogspot.co.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Larvasida dapat diartikan sebagai golongan dari pestisida yang dapat membunuh serangga belum dewasa atau pembunuh larva,” kata Mia.

Sejauh ini, pembuatan ekstrak rimpang lengkuas dilakukan secara luring di Laboratorium Penelitian III Kimia FMIPA UNY. Sekaligus proses sintesis hijau nanopartikel bimetalik Cu/Ni, pembuatan larvasida, dan karakterisasi nanopartikel bimetalik dengan UV-Vis. Uji aktivitas larvasida di Lab parasitologi UGM dan Uji PSA di Laboratorium terpadu FMIPA UNY.

Baca Juga: Atasi Kulit Gatal dan Berminyak dengan Sabun Kulit Bawang Merah

Alat yang digunakan untuk penelitian berupa baskom, nampan, pisau, timbangan, gelas ukur 1000 mL, gelas kimia 1000 mL, panci, kertas saring Whattman No. 1, gelas kimia 2000 mL, erlenmeyer, pengaduk kaca, stirrer, oven, labu ukur 100 mL 5 buah, spatula, botol flacon, corong kaca, pipet ukur, ball pippete, neraca analitik, pipet tetes, thermometer, PSA, dan spektrofotometer UV-Vis. Bahan yang digunakan adalah rimpang lengkuas, akuades, kertas saring Whatman No.1, CuSO₄.5H₂O, dan NiCl₂.6H₂O.

Intan memaparkan, prosesnya dimulai dengan mengupas rimpang lengkuas, mencuci bersih dengan air keran dan dibilas beberapa kali dengan air suling. Rimpang yang sudah bersih, dipotong kecil dan tipis. Lalu dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan kelembapan dan dikeringkan menggunakan oven. Selanjutnya, lengkuas dihaluskan mengunakan blender. Rimpang lengkuas kering ditimbang sebanyak 40 gram dan didispersikan dalam 800 ml akuades steril pada gelas kimia 1000 ml.

Baca Juga: Viral Boneka Arwah, Kalau di Jawa Dikenal dengan Jalangkung

Selanjutnya, bahan direbus pada suhu 80°C selama 20 menit. Setelah bahan dingin, lalu disaring dengan kertas saring Whattman. Larutan ini dibuat dalam tujuh variasi dengan beberapa kombinasi campuran. Larutan yang paling optimal untuk membasmi nyamuk adalah yang mengandung konsentrasi 100/1000 ml/L.

“Hanya dengan ekstrak lengkuas yang mudah dijumpai dan murah bisa membuat larutan tersebut menjadi nanopartikel dan dapat digunakan sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti,” kata Intan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: demam berdarah dengueFakultas MIPA UNYKonservasi lingkunganlarvalarvasidalengkuasnyamuk Aedes aegypti

Editor

Next Post
Ilustrasi es teh. Foto javallma/pixabay.com.

Hati-hati, Minum Es Teh Jumbo Tak Hanya Bikin Perut Kembung

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media