Sabtu, 2 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ekstrak Lengkuas, Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah yang Ramah Lingkungan

Membasmi larva nyamuk adalah cara efektif mencegah penyakit demam berdarah dengue. Sedangkan pembasmian larva yang ramah lingkungan adalah dengan ekstrak lengkuas.

Senin, 10 Januari 2022
A A
Lengkuas. Foto informasi212.blogspot.co.id.

Lengkuas. Foto informasi212.blogspot.co.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Larvasida dapat diartikan sebagai golongan dari pestisida yang dapat membunuh serangga belum dewasa atau pembunuh larva,” kata Mia.

Sejauh ini, pembuatan ekstrak rimpang lengkuas dilakukan secara luring di Laboratorium Penelitian III Kimia FMIPA UNY. Sekaligus proses sintesis hijau nanopartikel bimetalik Cu/Ni, pembuatan larvasida, dan karakterisasi nanopartikel bimetalik dengan UV-Vis. Uji aktivitas larvasida di Lab parasitologi UGM dan Uji PSA di Laboratorium terpadu FMIPA UNY.

Baca Juga: Atasi Kulit Gatal dan Berminyak dengan Sabun Kulit Bawang Merah

Alat yang digunakan untuk penelitian berupa baskom, nampan, pisau, timbangan, gelas ukur 1000 mL, gelas kimia 1000 mL, panci, kertas saring Whattman No. 1, gelas kimia 2000 mL, erlenmeyer, pengaduk kaca, stirrer, oven, labu ukur 100 mL 5 buah, spatula, botol flacon, corong kaca, pipet ukur, ball pippete, neraca analitik, pipet tetes, thermometer, PSA, dan spektrofotometer UV-Vis. Bahan yang digunakan adalah rimpang lengkuas, akuades, kertas saring Whatman No.1, CuSO₄.5H₂O, dan NiCl₂.6H₂O.

Intan memaparkan, prosesnya dimulai dengan mengupas rimpang lengkuas, mencuci bersih dengan air keran dan dibilas beberapa kali dengan air suling. Rimpang yang sudah bersih, dipotong kecil dan tipis. Lalu dijemur di bawah sinar matahari untuk menghilangkan kelembapan dan dikeringkan menggunakan oven. Selanjutnya, lengkuas dihaluskan mengunakan blender. Rimpang lengkuas kering ditimbang sebanyak 40 gram dan didispersikan dalam 800 ml akuades steril pada gelas kimia 1000 ml.

Baca Juga: Viral Boneka Arwah, Kalau di Jawa Dikenal dengan Jalangkung

Selanjutnya, bahan direbus pada suhu 80°C selama 20 menit. Setelah bahan dingin, lalu disaring dengan kertas saring Whattman. Larutan ini dibuat dalam tujuh variasi dengan beberapa kombinasi campuran. Larutan yang paling optimal untuk membasmi nyamuk adalah yang mengandung konsentrasi 100/1000 ml/L.

“Hanya dengan ekstrak lengkuas yang mudah dijumpai dan murah bisa membuat larutan tersebut menjadi nanopartikel dan dapat digunakan sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti,” kata Intan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: demam berdarah dengueFakultas MIPA UNYKonservasi lingkunganlarvalarvasidalengkuasnyamuk Aedes aegypti

Editor

Next Post
Ilustrasi es teh. Foto javallma/pixabay.com.

Hati-hati, Minum Es Teh Jumbo Tak Hanya Bikin Perut Kembung

Discussion about this post

TERKINI

  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media