Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Emi Sukiyah, Pesona Jawa Barat Bagian Selatan Menyimpan Potensi Bencana

Perlu pendekatan masyarakat untuk memberi pemahaman pengurangan risiko bencana, baik di alam bebas maupun di dalam ruangan.

Jumat, 12 Juli 2024
A A
Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad, Prof. Emi Sukiyah. Foto researchgate.net.

Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad, Prof. Emi Sukiyah. Foto researchgate.net.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jadi banyak sekali hal-hal yang memesona di Jawa Barat Selatan, baik dari gunung sampai ke arah lautannya,” ucap Emi.

Baca Juga: Data Terkini Longsor Tambang Tulabo Bone Bolango 23 Orang Tewas

Sementara ancaman bencana di sana juga tak sedikit. Ada potensi gempa bumi dengan skala kecil dan gempa bumi yang dapat memberikan dampak bencana lanjutan, tanah longsor, tsunami, hingga terjadinya banjir bandang karena morfologi yang cukup curam.

Menurut Emi, bahwa pengembangan Jawa Barat wilayah selatan akan menjadi pembatas yang cukup sulit dikembangkan. Sebab produk vulkanik di Jawa Barat Selatan berumur cukup tua dengan batuannya keras. Morfologi wilayahnya cukup curam, sehingga hanya ada beberapa tempat yang dapat diakses dengan mudah.

Mitigasi yang dapat dilakukan pada potensi-potensi bencana di Jawa Barat Selatan tidak hanya dengan melaksanakan kebijakan pemerintah. Namun perlu juga dilakukan pendekatan kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait pengurangan risiko bencana, baik di alam bebas maupun di dalam ruangan.

Baca Juga: Yusuf Surachman, Peta Batimetri Kumpulkan Data untuk Memprediksi Tsunami

“Kalau memang mau dikembangkan tentu saja sudah mempertimbangkan aspek ancaman bencana,” jelas Emi.

Lebih lanjut, Emi mengatakan bahwa perlu juga dibuat road map riset yang berkelanjutan. Tidak hanya satu-dua kali riset saja, tetapi hal-hal lain yang dapat dilakukan selanjutnya untuk pengembangan berdasarkan riset sebelumnya. Dalam hal ini, masyarakat setempat juga harus dilibatkan, khususnya terkait kearifan lokal.

“Jangan lupa masyarakat setempat juga harus dilibatkan terutama terkait kearifan lokal. Kami harus bisa menghargai supaya sinergi mitigasi untuk pengurangan risiko bencana,” imbuh Emi. [WLC02]

Sumber: Unpad

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Teknik Geologi UnpadJawa Barat bagian selatanpotensi bencanaProf Emi Sukiyah

Editor

Next Post
Kondisi Gunung Ijen usai berstatus waspada, 13 Juli 2024 pagi. Foto Magma Indonesia.

Status Gunung Ijen Meningkat, Waspada Gas Beracun dan Letusan Freatik

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media