Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Energi Anak Krakatau Melemah, Kecil Potensi Terjadi Tsunami di Selat Sunda

Jumat, 29 April 2022
A A
Asap putih keluar dari lubang kepundan Gunung Anak Krakatau, Kamis, 28 April 2022. Foto tangkap layar BNPB

Asap putih keluar dari lubang kepundan Gunung Anak Krakatau, Kamis, 28 April 2022. Foto tangkap layar BNPB

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sudah menurun, dan potensi tsunami dampak erupsi gunung api di selat Sunda itu sangat kecil kemungkinan terjadi.

Sebelumnya, masyarakat diminta waspadai potensi tsunami di selat Sunda seiring dengan kenaikan status Gunung Anak Krakatau dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pada Minggu, 24 April 2022.

“Yang melegakan adalah data-data yang terekam secara instrumental, energi tremor yang per tanggal 24-25 April sampai over scale [55 milimeter], sekarang rata-rata dalam 2 milimeter. Jadi sudah drop [turun],” ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan dalam konferensi pers bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Bambang S Prayitno, Kamis, 28 April 2022.

Sedangkan gas SO2 yang sebelumnya mencapai hingga 13 ribu ton saat erupsi Gunung Anak Krakatau, kini menurun menjadi 5.000 ton.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Diminta Waspada Potensi Tsunami

“Begitu juga dari sludge gas SO2, yang saat 24 April itu mencapai 9.000 dan 6 jam kemudian mencapai 13 ribu. Dua hari lalu sudah 5.000. Jadi memang semua sudah menurun,” katanya.

Laporan pos pemantau Gunung Anak Krakatau terdapat sinar api dengan tinggi 25 meter.

“Kalau malam hari kadang-kadang kita amati ada sinar api, menandakan tempat itu masih panas,” kata Hendra.

Meski aktivitas Gunung Anak Krakatau sudah mereda, Kepala PVMBG menganjurkan, masyarakat tetap mengupdate informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui situs-situs resmi pemerintah.

Baca Juga: PMI DIY Siapkan 20 Pos Pelayanan Pertolongan Pertama Lebaran

“Untuk kehati-hatian perlu diwaspadai, dan masyarakat tetap update informasi aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui situs-situs resmi pemerintah untuk menghindari hoaks dan sebagainya. Jadi, masyarkat diharapkan tetap tenang karena Gunung Anak Krakatau sudah mereda,” pungkas Hendra.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Erupsi Gunung Anak Krakataugempa dan tsunamiGunung Anak KrakatauKepala BMKG Dwikorita KarnawatiLetjen TNI SuharyantoPVMBG Badan GeologiSelat SundaSistem peringatan dini tsunami

Editor

Next Post
Ilustrasi mengantuk dalam berkendara. Foto GlavoStockSnap/pixabay.com.

Yang Dilakukan dan Dihindari agar Tetap Fit Selama Mudik

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media