Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Epidemiolog: Jelang Ramadan, Penghapusan Syarat PCR untuk Perjalanan Lebih Baik Ditunda

Jumat, 18 Maret 2022
A A
Ilustrasi tes swab. Foto lukasmilan/pixabay.com.

Ilustrasi tes swab. Foto lukasmilan/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Cegah Penularan dengan 3M

Untuk mencegah penularan, dia mengimbau masyarakat untuk tidak lengah menerapkan protokol kesehatan (prokes). Ia menegaskan, vaksinasi hanya salah satu cara untuk menghindari gejala berat.

“Tetap pakai masker yang proper sama seperti sekarang dan menjaga jarak. Kita tidak tahu yang bareng kita itu membawa virus atau tidak,” tukasnya.

Baca Juga: 11 Kecamatan di Purworejo Dilanda Banjir dan Longsor, 6 Ribu Warga Mengungsi

Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk menghindari kerumunan dalam waktu yang lama. Jika tidak dapat, maka masyarakat disarankan untuk berkumpul di ruang terbuka.

“Kita memang sedang dalam proses penurunan gelombang. Tapi pandemi belum selesai. Saat ini kita hidup berdampingan dengan Covid. Preventing jauh lebih penting daripada sesal kemudian,” pesan Atoillah.

Antigen dan PCR Tetap Perlu

Sementara Epidemiolog UGM, dokter Riris Andono Ahmad mengingatkan, meski ada surat edaran itu, tes antigen dan PCR tetap diberlakukan bagi pelaku perjalanan yang belum vaksin lengkap hingga booster.

Mengingat pertimbangan kebijakan penggunaan tes antigen dan PCR untuk menurunkan risiko kemungkinan penularan dalam koridor transportasi. Lantaran virus atau kemungkinan infeksi masih bisa terus terjadi dimana-mana dan tidak bisa dihilangkan sama sekali.

“Negatif antigen dan PCR tidak menjamin tidak ada infeksinya. Orang-orang yang tertular di perjalanan kan tidak hanya di atas kendaraan, kebanyakan kemungkinan justru di terminal atau bandara dan lain-lain,” kata Riris.

Baca Juga: Nyadran di Wadas: Mendoakan Keselamatan Bumi dari Perampasan dan Perusakan Lingkungan

Riris mengakui meski sudah vaksin lengkap hingga booster serta memiliki kekebalan dan risiko tertular yang menurun, tidak 100 persen menjamin terlindungi dari infeksi. Lantaran tidak ada yang aman 100 persen di muka bumi, sehingga perlu upaya untuk menurunkan risiko seminim mungkin sehingga masalah penularan bisa dikendalikan.

“Semuanya kembali kepada masing-masing. Memang yang punya risiko setiap individu, bukan hanya pemerintah. Kalau tidak mau tertular, ya kita harus mengelola kemungkinan risiko. Tapi kalau kita tertular, kita akan menjadi risiko bagi orang-orang di sekitar,” terang Riris. [WLC02]

Sumber: unair.ac.id 14 Maret 2022 dan ugm.ac.id 15 Maret 2022.

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Covid-19kasus positifPCRpelaku perjalanan domestikswab testtes antigenvaksinasi

Editor

Next Post
Episenter gempa Bayah, Provinsi Banten, yang berada di darat terjadi pada Jumat, 18 Maret 2022, pukul 03.53 WIB. Foto tangkap layar bmkg.go.id.

Gempa Bayah Banten Magnitudo 5,1 Berpusat di Darat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media