Jumat, 11 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Erma Yulihastin: Hasil Riset, Seluruh Kabupaten di Jawa Rentan Kekeringan

Pulau Jawa punya risiko tinggi atas bencana kekeringan. Salah satunya karena pengelolaan penyediaan air baku terbatas.

Jumat, 15 September 2023
A A
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin. Foto researchgate.net.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin. Foto researchgate.net.

Share on FacebookShare on Twitter

Lebih lanjut dirinya menguraikan, untuk menentukan tingkat kerentanan suatu daerah dari bencana kekeringan adalah dengan cara menghitung indeks kerentanan kekeringan (Drought Vulnerability Index/DVI). Dalam studi ini, ditemukan bahwa seluruh kabupaten hingga kecamatan di Pulau Jawa secara homogen memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kekeringan.

“Perlu dipahami, DVI dihitung dari 10 aspek terkait sosial-ekonomi, infrastruktur, dan lingkungan,” jelas Erma.

Dalam studi ini, hasil DVI menggarisbawahi bahwa hanya sebagian kecil, yaitu di Jakarta dan Jawa Barat yang memiliki infrastruktur jalan dan perairan memadai. Akibatnya, tingkat kerentanan secara infrastruktur pada wilayah tersebut tergolong rendah.

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Hutan Produksi Terdegradasi Lewat Silvikultur Intensif

Lebih lanjut Erma menjelaskan, studi ini turut menentukan indeks risiko kekeringan (Drought Risk Index) dengan cara mengintegrasikan DHI dan DVI. Menurut studi ini, jumlah wilayah terluas dan kecamatan terbanyak yang memiliki risiko tinggi terhadap kekeringan secara prosentase, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, lalu Jawa Timur, secara berturut-turut.

“Meskipun demikian, Jawa Timur memiliki jumlah kecamatan tertinggi yang berisiko tinggi terhadap kekeringan dibandingkan dengan provinsi lainnya,” jelas Erma.

Hasil yang diharapkan dari studi tersebut adalah Peta Indeks Kerentanan Kekeringan (IKK) dapat menjadi panduan pengembangan Decision Support System (DSS) Kajian Awal Musim Jangka Madya Wilayah Indonesia (Kamajaya) untuk peringatan dini, sehingga dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana kekeringan,” pungkas Erma. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Air Baku TerbatasBRINcurah hujanDrought Vulnerability IndexErma YulihastinPeta Indeks Kerentanan KekeringanPulau Jawarentan kekeringan

Editor

Next Post
Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Foto Manggala Agni VI Daop Tanah Laut.

Siap Siaga, September Rawan Karhutla

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media